Thursday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Said Aqil Tetap Dukung Jokowi-Ma’ruf Meski Sudah Dikunjungi Prabowo

Said Aqil Tetap Dukung Jokowi-Ma'ruf Meski Sudah Dikunjungi Prabowo

Pemilu Presiden masih setahun  lagi namun persaingan politiknya sudah ada sejak bergulirnya Pilkada 2018 ini. Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga terus menerus melancarkan jurus-jurus politiknya. Saat Jokowi disibukkan dengan Asian Games 2018, maka Prabowo dan Sandiaga Uno sudahh bermanuver dengan mengunjungi Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jakarta pada hari kamis lalu.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sepenuhnya mendukung KH Ma’ruf Amin sebagai calon pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute, Imdadun Rahmat yang menampik kabar adanya dukungan Said Aqil untuk Prabowo-Sandiaga. Bapak Imdadun menyatakan, pihaknya menemukan beberapa pemberitaan yang tidak tepat, bahkan mengarah kepada ketidakjujuran dan manipulasi yang beresiko memecah belah NU.

“Ada manipulasi terhadap pernyataan dukungan kepada pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta pada Pemilu 2014 seolah-olah merupakan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno di tahun ini untuk pemilu 2019. Pemberitaan ini sangat merugikan nama baik Said Aqil dan bisa menimbulkan perpecahan warga NU,” ujar Imdad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/8/2018). Imdad menegaskan, tidak ada satu pun pernyataan Said Aqil yang mengarahkan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga.

Justru Said Aqil secara pribadi mendukung Ma’ruf karena berlatar belakang kader tulen NU dan kiprahnya untuk NU sangat besar serta panjang. “Said Aqil sebagai pribadi yang memiliki hak konstitusional untuk menetukan dukungannya tetap istiqomah terkait doa, restu, solidaritas dan dukungan beliau kepada KH Ma’ruf Amin sebagai sesama ulama dan sesama tokoh NU,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) Hery Haryanto Azumi menilai klarifikasi tersebut penting guna mencegah perpecahan di internal NU. “Warga NU jangan mau diobok-obok dan dipecah belah. Semua harus kompak dan bersatu. Jangan mau diadu domba,” kata Hery, Selasa, 21 Agustus 2018.

Hery mengaku cukup gerah dengan banyaknya berita bernada fitnah yang dialamatkan ke NU akhir-akhir ini. Dia menduga bahwa ada yang sengaja mendesain supaya sesama warga NU tidak kompak dalam mendukung KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

“Sesama warga NU kita perlu saling mengingatkan. Jangan sampai kita lengah kemudian masuk perangkap adu domba. Kita semua harus kompak bahwa pada Pilpres 2019 mendatang tujuannya satu, yaitu memenangkan pasangan calon yang ada perwakilan NU-nya,” tandas dia.