Monday, June 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Sacha Stevenson Kembali Komentari Bahasa Inggris Seorang Tokoh Politik Indonesia

Sacha Stevenson Kembali Komentari Bahasa Inggris Seorang Tokoh Politik Indonesia

Seorang YouTuber asal Kanada yaitu Sacha Stevenson kembali mengomentari pengucapan bahasa Inggris Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Salah satu portal berita melansir melalui akun Youtube bernama Sacha Stevenson yang diunggah pada hari Sabtu (4/11/18). Sacha mengaku enggan menerjemahkan bahasa Inggris Fadli Zon ke dalam bahasa Indonesia.

“Jika disuruh untuk translate ini, saya minta untuk naik gaji,” canda Sacha. Sacha menilai bahwa susunan bahasa Fadli Zon cukup berantakan. Ia mengucapkan “since 18 years ago,” padahal menurut Sacha hal itu tidak benar. Tak hanya itu, kalimat bahasa Inggrisnya Fadli Zon tidak tertata dengan baik. Sacha lantas menjelaskan bahwa setiap kalimat yang digunakan Fadli Zon selalu ada yang salah.

Sehingga, Youtubers yang saat ini tinggal di Bali itu menilai bahwa Fadli Zon perlu belajar membedakan kata benda dan sifat dalam bahasa Inggris. Setelah itu, Sacha mengaku bahwa butuh energi yang banyak untuk mengikuti pembicaraan Fadli Zon. Sacha mengibaratkan Fadli Zon seperti tengah berkendara 100 kilometer per jam dengan motor satu roda.

“Jadi sepertinya dia mencoba mencapai 100km/perjam dengan naik motor 1 roda, bikin capek ikutin omongannya” ujar Sacha sambil tersenyum. Sacha lantas mengaku mengirim video Fadli Zon tersebut ke temannya. “Aku kirim video ini ke teman yang berkuliah jurusan politik, dai dia sakit kepala,” ujar Sacha.

Tak hanya itu, Sacha juga pernah mengomentari bahasa Inggris calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. Sacha menyatakan kalau grammar Prabowo memang hampir sempurna, jadi sangat sedikit sekali kesalahan grammarnya. “Namun kalau masalah pelafalan, dia masih terdengar sekali seperti orang Indonesia,” ujar Sacha.

Sacha pun memberi contoh pada kesalahan penekanan saat Prabowo mengucapkan kata ‘democratic’. Lalu ada juga kesalahan pengucapan pada saat Prabowo mengucapkan kata ‘decide’ namun seperti ‘deecide’ “Kalau native speaker akan dibilang ‘d’cide’ dan akan menekankan pada lafal ‘cide’,” terang Sacha. Walaupun memang terdapat beberapa kesalahan pada saat pengucapan, namun Sacha memuji akan kemampuan berbahasa Inggris milik Prabowo.

“Namun dia sangat jelas pada saat bicara, semua orang pasti akan mengerti. His grammar is amazing. Dalam bahasa Inggris, dia adalah yang terbaik diantara semua politikus yang pernah saya bahas,” ujar Sacha. Jadi suka ataupun tidak pada politiknya, kamu tetap harus mengapresiasi pada kerja kerasnya dalam mempelajari bahasa Inggris ini. Good job Pak Prabowo,” tutup Sacha.