Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Saat Ada Demo 22 Mei, Helikopter Justru Lakukan Hal Ini Diatasnya

Saat Ada Demo 22 Mei, Helikopter Justru Lakukan Hal Ini Diatasnya

Kerusuhan di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5) belum sepenuhnya reda. Sejumlah massa masih berkumpul di flyover Jati Baru yang mengarah ke Petamburan. Pantauan di lokasi pukul 13.00 WIB, massa yang berkumpul itu berjumlah ratusan orang. Mereka tidak melakukan penyerangan kepada anggota kepolisian.

Namun, mereka membakar ban dan merusak fasilitas yang ada di sekitar lokasi. Mereka juga turut memblokir jalanan sehingga arus lalu lintas tersendat. Akan tetapi, pihak berwajib berupaya untuk membubarkan massa yang berkumpul. Salah satunya dengan menyiramkan air yang dibawa menggunakan helikopter milik perhubungan udara.

Total, ada dua helikopter yang disediakan untuk mengangkut air dari Kali Cideng, Jati Baru. Setelah helikopter selesai mengisi dan mengangkut air, kemudian air itu disiramkan kepada massa yang berkumpul.

Akan tetapi, upaya ini tidak membuahkan hasil. Massa tak kunjung bubar malah menikmati air yang disiramkan dari helikopter itu. Hingga pukul 13.30 WIB, massa masih terpantau berkumpul di sekitar lokasi. Belum ada tanda-tanda mereka akan membubarkan diri.

Polisi dari Polda Metro Jaya telah menetapkan 257 tersangka terkait kerusuhan saat demo yang terjadi Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) pagi. Mereka merupakan perusuh di 3 lokasi berbeda.

“Berkaitan adanya kegiatan unjuk rasa tanggal 21 dan 22 (Mei) TKP-nya ada 3. Pertama, ada di Bawaslu, kedua Petamburan, tiga di Gambir,” kata Kabid Humas Polda Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (22/5) pukul 20.00 WIB. Argo kemudian merinci jumlah tersangka di 3 lokasi berbeda tersebut. Paling banyak merupakan perusuh di Petamburan.

“Dari tiga TKP tersebut, setelah kita lakukan penangkapan terhadap sekelompok masa yang rusuh. Ada 257 tersangka yang membuat kerusuhan. Di Bawaslu ada 72 tersangka, di Petamburan 156 tersangka, di Gambir 29 tersangka. Keseluruhan 257 tersangka,” ungkapnya.

Argo kemudian menjelaskan, mengapa polisi mentersangkakan para perusuh itu. Salah satunya karena melawan polisi yang tengah bertugas. “Di Bawaslu, kenapa kita lakukan penangkapan? Karena yang bersangkutan melawan petugas dan melakukan pengerusakan karena memaksa masuk Bawaslu,” tutur dia.

“Kemudian di Petamburan pembakaran mobil, ada penyerangan asrama (polisi). Di Gambir ada penyerangan asrama Gambir dan Polsek Gambir,” tutur dia. Untuk TKP di Bawaslu, kata Argo, ada bendera hitam, mercon, atau petasan yang dijadikan barang bukti. Ada juga beberapa HP yang disita polisi.