Thursday, September 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Risiko Alzheimer Lebih Tinggi Pada Wanita Melahirkan Lima Anak Atau Lebih

Risiko Alzheimer biasanya akan dialami oleh seseorang yang berusia lebih dari 45 tahun, dimana ini akan membuat Anda mengalami lupa pada hal yang baru saja dilakukan, istilahnya pikun. Namun kini ternyata ditemukan satu kasus, jika wanita lebih berisiko mengalami Alzheimer dari pada laki-laki, apalagi yang hamil terlalu banyak, lebih dari 5 kali.

Penyakit progresif ini memang akan memengaruhi fungsi otak, dimana bisa menghancurkan kenangan dan juga beberapa fungsi mental, sehingga akan terlihat kosong seperti anak bayi yang tidak mengenal apapun. Penelitian bahkan menyebutkan, jika ibu yang pada kehamilan lima kali atau lebih, memiliki risiko Alzheimer lebih tinggi hingga 70 persen. Hal ini jika dibandingkan dengan wanita yang hamil lebih sedikit.

Tentu saja, perempuan memang memiliki tingkat demensia lebih tinggi, hal ini dari tes kognitif yang sudah ditetapkan. Dimana penelitian tersebut mengikut sertakan 3.500 wanita sebagai partisipan yang berada di Yunani dan Korea Selatan. Subjek penelitian adalah wanita yang berusia di atas 60 tahun, dimana rata-rata dari kedua negara pada angka 71 tahun ke atas.

Penelitian ini memang sebagai wujud tindak lanjut dari penelitian sebelumnya, dimana berharap jika tidak ada kaitannya antara kehamilan pada wanita dengan risiko Alzheimer, baik saat pada masa hamil hingga melahirkan. Namun bukan hanya itu saja, ada temuan lain yang cukup mengejutkan dan mengkhawatirkan untuk para wanita.

Dimana ada kasus perempuan yang pernah mengalami keguguran, baik kecil hingga besar. Maka cenderung kecil akan mengalami Alzheimer dari pada wanita yang belum pernah hamil sama sekali, sehingga risiko Alzheimer bisa terjadi pada wanita dalam situasi apapun, namun ini melihat riwayat kondisi kesehatan sebelumnya.

Baca juga :Ibu Hamil Stres, Kenali Dampak Negatif Untuk Janin Dalam Kandungan

Hal ini tentu membuat peneliti, Ki Woong Kim merasa terkejut dengan temuan tersebut. Dimana dirinya dan tim tidak pernah menyangka, jika kehamilan yang tidak lengkap (keguguran) malahan membuat risiko Alzheimer menjadi lebih rendah. Ini bukan hal yang diprediksi sebelumnya, namun memberikan penemuan yang bagus.

Dimana sebelumnya, pada perkiraan awal. Ditetapkan hipotesis jika Alzheimer ada kaitannya dengan ibu hamil hingga melahirkan, pasalnya akan terjadi perubahan hormon yang cukup ekstrem pada wanita. Ini bahkan sudah di mulai dari trimester awal, dimana kadar estrogen akan mengalami lonjakan yang cukup besar, bahkan ini terjadi hingga persalinan.

Bahkan di trimester akhir, akan terjadi lonjakan hormon estrogen 40 kali lipat lebih besar, hal ini dengan perbandingan masa menstruasi setiap bulannya. Namun setelah melahirkan, akan terjadi penurunan hormon estrogen hingga seperti semula, ini terjadi pada hari keempat kelahiran. Sehingga dilakukan tes juga pada ibu yang baru saja melahirkan.

Maka dari itu, Kim memberikan catatan tegas, jika wanita yang sudah pernah melahirkan memang mengalami risiko Alzheimer, karena pernah mengalami lonjakan estrogen cukup ekstrem. Hal ini bahkan memicu hormon lainnya, seperti hormon stres dan tidak akan turun hingga hari kelahiran keempat, ini bisa dikaitkan dengan masa ‘baby blues’ pada ibu yang baru melahirkan.