Monday, October 14Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Respon Jokowi Dan Sandi Terkait Suhu Politik Belakangan Ini

Respon Jokowi Dan Sandi Terkait Suhu Politik Belakangan Ini

Saat mengajukan gugatan sengketa Pilpres 2019, Ketua Bidang Hukum BPN Bambang Widjojanto (BW) meminta MK untuk bertindak adil dan tidak menjadi bagian satu rezim korup. Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo meminta agar institusi negara tidak direndahkan.

“Jangan senang jika merendahkan sebuah institusi, saya kira tidak baik,” kata Jokowi di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Minggu (26/4). Jokowi menilai, lembaga-lembaga tersebut dibentuk untuk melindungi ketatanegaraan Indonesia. Sehingga, seharusnya lembaga itu tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Apapun lembaga yang dibentuk oleh ketatanegaraan kita agar memiliki sebuah trust dari publik. Jangan sampai semua direndahkan, dilecehkan seperti itu pada siapapun,” imbuhnya. Sebelumnya, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi melayangkan gugatannya ke MK, Jumat (24/5) lalu. Menurut BW, gugatan yang dilakukan oleh timnya itu bukan sekadar soal siapa yang menang, tetapi menjadi ujian bagi MK.

Ia juga mengusulkan agar masyarakat Indonesia ikut mengawasi proses sengketa Pilpres 2019 yang berjalan di MK. BW juga berharap, MK bisa menjadi lembaga yang memutuskan perkara dugaan kecurangan di pemilu dengan adil.

“Mudah-mudahan MK bisa serta mampu menempatkan dirinya menjadi bagian penting. Di mana kejujuran dan juga keadilan harus jadi watak kekuasaan dan bukan jadi bagian satu rezim yang korup,” ucap BW di Gedung MK.

Cawapres 02 Sandiaga Uno menyesalkan penangkapan anggota BPN Mustofa Nahrawardaya yang diduga menyebarkan hoaks terkait aksi 22 Mei lalu. Ia menilai, penangkapan Mustofa sarat akan nuansa politis.

“Tentunya masalah hukum kami serahkan kepada tim hukum, tapi sekali lagi, punggawa-punggawa BPN yang bermasalah hukum. Kami ingin hukum ini tegak seadil-adilnya. Karena buat saya, mereka ini aktivis ingin menyuarakan satu perubahan,” kata Sandi usai menghadiri acara Hijrah Fest di JCC, Jakpus, Minggu (26/5).

Sandi meminta penegakan hukum tidak melulu menyerang oposisi. Sebab, masyarakat akan memberikan penilaian buruk jika ada penegakan hukum yang masih tebang pilih. “Masyarakat yang akan melihat, saya sudah mengalami itu, dengan sendirinya masyarakat bisa melihat,” ucapnya.

Terkait hal itu, Sandi mengaku akan segera berkoordinasi dengan BPN. Ia khawatir, akan makin banyak tokoh-tokoh dari pihaknya yang dijerat kasus dan dikriminalisasi. “Kita ini ingin me-review, karena ini menjadi khawatir memberangus demokrasi kita, “tegas Sandi.