Wednesday, November 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Respon Anies Baswedan (Lagi) Terhadap Kelemahan e-budgeting

Respon Anies Baswedan (Lagi) Terhadap Kelemahan e-budgeting

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan meng-upgrade sistem penganggaran elektronik e-budgeting yang digunakan Pemprov DKI. Anies belum mau merinci secara detail keunggulan sistem yang akan diperbaharui itu. Ia akan menjelaskan jika sistem itu sudah diluncurkan oleh Pemprov DKI.

“Tapi bila nanti sudah di-upgrade, kita akan bisa melakukan pengecekan itu. Karena sudah ada verifikasi-verifikasi,” ucap Anies di area CFD Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (3/11). Dalam kesempatan itu Anies juga mengaku telah mengetahui kelemahan sistem e-budgeting, bahkan sejak setahun yang lalu.

“Tapi nanti lengkapnya, pada saat kita luncurkan. Dan kami mengetahui (kelemahan e-budgeting) ini sejak tahun lalu. Tapi ya itu tadi, ya kami ini di pemerintahan,” ungkap Anies. “Kalau ada masalah, ya dikoreksi, diperbaiki, bukan diramaikan. Insya Allah nanti segera beres,” imbuh dia.

Ia mengklaim dengan pembaruan sistem e-budgeting, tak ada lagi jenis penyimpangan dan keteledoran yang bisa dilakukan oleh pegawai Pemprov DKI. “Di dalam semua organisasi. Selalu ada yang rajin, ada juga yang kurang rajin, ada yang tidak rajin. Ada yang jujur, ada juga yang kurang jujur, ada yang tidak jujur. Sistem yang dibuat itu pun harus berfungsi menaklukan semua, sehingga harus rajin, harus jujur,” terangnya.

“Tapi kalau sistem itu memang hanya berfungsi jika penggunanya jujur, jika penggunanya rajin, maka akan kecolongan terus. Karena itulah, yang kita lakukan ini adalah melakukan upgrading agar kita bisa memastikan tidak ada penyimpangan lagi,” sambungnya.

Anggaran lem Aibon senilai Rp 82,8 miliar hingga pulpen senilai 123,8 miliar di RAPBD DKI yang diunggah politisi PSI menggegerkan masyarakat. Menurut Pemprov DKI, anggaran tak wajar itu muncul karena ada kekeliruan saat proses input data di sistem e-budgeting.

Hal ini kemudian yang disorot dan dikritik oleh Anggota Komisi A DPRD DKI sekaligus politikus PSI William Aditya Sarana. Ia mengunggah sejumlah kejanggalan itu di akun Twitternya. Hal ini juga yang membuatnya dikritik oleh sejumlah politikus seperti di PDIP dan Gerindra.

Ingat ya Pak Anies itu gak boleh dikritik saudara-saudari. Kalau Yang Mulia Anies yang mengkritik, ya tentu saja boleh, huahahaha.