Wednesday, November 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Rendang Kuliner Khas Indonesia Siap ‘Go Internasional’

Rendang adalah masakan khas kuliner Indonesia dari Sumatra Barat yang memiliki cita rasa yang sangat lezat, hal ini karena di olah dengan rempah-rempah yang berlimpah. Sehingga kini akan dijadikan salah satu menu yang akan memperkenalkan Indonesia kepada dunia, bahkan keenakan rendang sudah dikenal oleh banyak wisatawan asing.

Biasanya jika pergi ke satu daerah yang tidak Anda kenali dan tidak tahu apa menu makanan yang enak, tujuan utama selain restoran cepat saji adalah masakan padang. Rendang jadi menu pilihan utama untuk lauknya, selain rasanya yang lezat, empuk dan kaya nutrisi. Bahkan kini banyak dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi CNN.

Melihat itu semua Heri Nofiadi, selaku Kepala Biro Perekonomian Sumatra Barat membuat sebuah gagasan manis untuk menjadikan rendang sebagai makanan internasional bahkan siap ekspor ke luar negeri. Namun harus memiliki standarisasi yang jelas, mutu, kualitas dan keunggulannya harus dijaga dengan baik, karena membawa nama besar bangsa Indonesia.

Seperti yang dikemukakan baru baru ini, dikutip dari Antara, Heri yang kala itu berada di Padang mengatakan jika standarisasi tidak hanya melihat mutu dan kualitas bahan, namun juga harus memperhatikan rasa. Selain itu, harus bisa dikemas dengan bagus, awet dan tahan lama, selain itu tidak boleh mengalami perubahan rasa selama masa pengiriman hingga akhirnya di konsumsi.

Baca juga : Jamaah Haji Indonesia Tahun Ini Akan Mendapatkan Menu Makanan Tradisional

Berkaitan dengan standarisasi, ini jadi pekerjaan rumah besar untuk Pemerintah, khususnya untuk Pemerintah Provinsi Sumatra Barat yang ingin mendorong perekonomian daerah untuk lebih maju. Bahkan berkeinginan untuk mengembangkan potensi lokal, sehingga bukan hanya dikenal sebagai pariwisatanya yang indah, namun juga sederet makanan yang mengoyang lidah wisatawan asing.

Rendang memang memiliki potensi besar untuk di ekspor, namun butuh standarisasi bagaimana agar makanan olahan dari daging khas Padang tersebut bisa lolos sensor dan diminati oleh orang di luar negeri. Sudah jelas, Pemerintah Daerah akan memberikan fasilitas, bahkan jika dirasa kurang Pemerintah Pusat nampaknya harus turut serta turun tangan, hal ini menyangkut masalah nasional.

Untuk makanan khas Padang ini, memang banyak dikuasai oleh Ranah Minang, dimana setiap keluarga besar di Padang memiliki resep khusus dengan cita rasa berbeda, namun tetap memiliki satu kesamaan, daging empuk dan kaya rempah. Dimana sangat memperhatikan tingkat kematangan, rasa antara pedas dan gurih.

Namun tidak bisa di pungkiri oleh Heri, jika standarisasi jadi persoalan utama. apalagi jika memiliki rasa yang berbeda. Pasalnya nantinya saat di ekspor akan menggunakan satu label yang sama, jika resepnya berbeda maka akan membingungkan bagi konsumen nantinya. Apalagi kini, usaha tersebut baru berkembang dari skala rumah (UMKM) hingga industri skala menengah.

Tetapi jika melihat potensi yang ada, Heri nampak optimis rendang bisa sejajar dan bersaing ketat dengan menu makanan olahan lainnya. Ini jelas memiliki nilai ekonomis tinggi, selain itu sangat khas dengan Indonesia apalagi Padang yang menjadi dasar resep utama.

Related Post

Ayah Meghan Markle Buat Pernyataan Mengejutkan Ten... Ayah Meghan Markle kembali berulang, jika sebelumnya sempat mengeluarkan statement di hadapan media tentang putrinya jelang Royal Wedding Pangeran Har...
Misteri Munculnya Pulau Baru Akibat Bencana Lumpur... Banjir lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo. Merupakan peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengebor...
5 Hal Mengerikan Yang Dapat Terjadi Jika Berhenti ... Pernahkah anda berpikir bahwa berpantang melakukan hubungan seksual dapat membuat anda menjadi impoten atau berisiko terkena penyakit kanker ? Berikut...
Matt Damon di Indonesia, Ada Apa? Matt Damon, Aktor Hollywood, beberapa waktu lalu diketahui berada di Indonesia. Kedatangan aktor The Bourne Ultimatum ini bukan untuk berwisata, melai...

3 Comments

Comments are closed.