Thursday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Rekaman Ini Bisa Seret Mohammed Bin Salman Ke Dalam Penjara

Rekaman Ini Bisa Seret Mohammed Bin Salman Ke Dalam Penjara

Beri tahu bos Anda, demikianlah kalimat yang ada di dalam rekaman audio terkait dengan pembunuhan jurnalis Arab Saudi yaitu Jamal Khashoggi. The New York Times, pada hari Senin (12/11/2018), melaporkan kalimat itu sempat terlontar dari seorang anggota tim eksekusi Khashoggi kepada atasannya melalui telepon. Kata Bos, dalam percakapan itu memang diyakini sebagai Putra Mahkota Saudi yaitu Pangeran Mohammed bin Salman.

Kalimat tersebut sekaligus suatu pertanda bahwa tim telah menjalankan misinya. The New York Times juga berhasil memperoleh keterangan dari tiga orang yang dekat dengan rekaman audio pembunuhan Kashoggi ini, yang telah berhasil dikumpulkan oleh para intelijen Turki. Percakapan via telepon ini dilakukan dalam bahasa Arab beberapa menit setelah Khashoggi dibunuh saat itu. Rekaman audio yang juga sempat dibagikan kepada Direktur CIA Gina Haspel pada bulan lalu itu pun dipandang intelijen sebagai bukti kuat yang mengaitkan Pangeran Mohammed di dalam pembunuhan Khashoggi ini.

Intelijen AS juga meyakini, kata “bos” yang merujuk kepada sang pangeran itu telah diucapkan Maher Abdulaziz Mutreb, salah satu dari 15 orang yang memang dikirim ke konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Mutreb yang merupakan pejabat keamanan kerap bepergian dengan Pangeran Mohammed. Intelijen Turki juga menyebutkan, rekaman audio itu menunjukkan bahwa Mutreb sedang berbicara kepada salah satu pembantu pangeran.

Walau demikian, Pangeran Mohammed tidak secara spesifik disebutkan di dalam rekaman audio tersebut, dan pejabat intelijen juga tidak memiliki kepastian bahwa perkataan Mutreb merujuk kepada Pangeran Mohammed. Pejabat Saudi juga membantah spekulasi mengenai Putra Mahkota yang mengetahui soal pembunuhan Khashoggi ini. Perlu diketahui bahwa otoritas Turki kemungkinan telah memiliki banyak rekaman, termasuk panggilan telepon, dan juga mereka mungkin akan membagikan audio secara selektif. Juru bicara CIA pun menolak untuk berkomentar lebih mengenai hal ini.

Perkembangan ini memang muncul ketika pada saat yang sama pula, Menteri Luar Negeri Perancis yaitu Jean-Yves Le Drian telah menuding Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah memainkan “permainan politik” terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Sebelumnya, Erdogan juga mengatakan, otoritas Turki sudah membagikan rekaman itu kepada sejumlah negara tanpa memberikan rincian spesifik pada isinya. “Itu berarti dia memang memiliki permainan politik untuk bermain dalam situasi seperti ini,” ujarnya saat ditanya tentang kemungkinan Erdogan berbohong.