Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Reaksi Banyak Pihak Atas Tudingan Islamophobia Di Indonesia

Reaksi Banyak Pihak Atas Tudingan Islamophobia Di Indonesia

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pemerintah sedang mengidap Islamophobia lantaran ceramah Habib Bahar bin Smith dipersoalkan dan dilaporkan ke polisi.  Menurut Fadli, ceramah Habib Bahar yang bernada kritik kepada Presiden Joko Widodo itu seharusnya disikapi dengan biasa saja oleh pemerintah. Namun, apakah benar pemerintahan saat ini mengalami Islamophobia?

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pemerintah tidak akan merespons tudingan Fadli tersebut. Menurut Moeldoko, tudingan Fadli itu menandakan bahwa yang bersangkutan sedang tidak memiliki isu untuk diangkat ke publik. “Tudingan yang sangat tidak perlu direspon bagi pemerintah, karena memang lagi sepi isu atau kehabisan isu bagi Pak Fadli Zon,” ujar Moeldoko kepada kumparan, Jumat (30/11).

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis juga menjelaskan, ceramah mengkritik pemerintah sebenarnya diperbolehkan bahkan dianjurkan. Namun, ceramah yang disampaikan harus bermuatan kebenaran tanpa merendahkan orang lain.  Selain itu, Cholil menegaskan, penceramah harus hati-hati dalam memilih diksi agar tak disalahpahami oleh umat, yang paling utama adalah mengikhlaskan niat dan dakwah untuk mengajak pada kebaikan.

“Boleh (mengkritik pemerintah) bahkan juga dianjurkan untuk amar ma’ruf dan nahi munkar tapi yang dikritik itu kebijakannya bukan fisiknya yang sudah dikarunia oleh Allah SWT,” kata Cholil. Soal maraknya demonstrasi bernuansa Islam akhir-akhir ini, serta banyaknya pelaporan pelanggaran hukum yang berhubungan dengan ulama menurut Cholil hanya karena persaingan merebut kekuasaan saja.

“Saya melihatnya bukan phobia, Islam tak memukul lawan. Kalau Islam seperti Kiai Maimoen Zubair, Gusmus, Habib Lutfi dan saya ya baik-baik saja,” ungkapnya.  Kendati demikian, Cholil menjelaskan, ceramah mengkritik pemerintah diperbolehkan bahkan dianjurkan. Namun, ceramah harus menyampaikan kebenaran tanpa merendahkan orang lain.

Sebelumnya, Fadli mengingatkan jangan sampai pemerintah kembali melakukan upaya kriminalisasi kepada ulama di kasus ceramah Habib Bahar bin Smith. “Kalau ada penceramah-penceramah itu dicari, dikriminalisasi yang rugi ya pemerintah. Artinya pemerintah ini memang mengalami Islamphobia, dan menurut saya memang terjadi sekarang, karena mereka seperti panik. Ada ceramah ya biasa aja,” kata Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11).