Monday, October 15Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Racun Untuk Masyarakat Namun Mampu Hidupkan BPJS

Racun Untuk Masyarakat Namun Mampu Hidupkan BPJS

Tulus Abadi yang merupakan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengatakan bahwa  defisit BPJS kesehatan terus meningkat dan akan mencapai 16,5 triliun pada akhir tahun ini. Pantas saja jika BPJS Kesehatan mengalami kegagalan dalam membayar Rumah Sakit karena fenomena yang membahayakan keselamatan pasien. Sebab gara-gara BPJS Kesehatan gagal bayar ke Rumah Sakit maka Rumah Sakit pun akan mengurangi kualitas pelayanan kepada pasien.

Contohnya adalah seperti mengurangi jumlah obat, dan itu adalah yang kelihatan, kalau yang tidak kelihatan lebih banyak lagi. Contohnya seperi mengurangi tindakan medis seperti injeksi, kualitas obat/antibiotik, rontgen dan lainnya. Dan pemerintah langsung merespon keadaan ini dengan mengalokasikan pajak rokok daerah dan cukai rokok ke BPJS Kesehatan. Dan memang untuk hal seperti ini maka pengalokasian pajak dan cukai rokok sangat bisa dimengerti.

Rokok merupakan barang yang terkena cukai dan sebagian dananya memang layak dikembalikan untuk pananggulangan atau pengobatan penyakit akibat dampak negatif rokok. Namun hal ini tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan karena dapat menimbulkan sejumlah ironi dan justru bisa kontra produktif bagi masyarakat dan BPJS Kesehatan itu sendiri.

Maka agar tidak muncul ironi dan pada kebijakan ini maka YLKI meminta pemerintah untuk menghentikan upaya penaikan produksi rokok. Lalu pemerintah juga harus berani melakukan moratorium produksi rokok dan kalau bisa bahkan menurunkannya. Karena jika produksi rokok naik maka itu tandanya adalah lonceng kematian finansial BPJS Kesehatan. Financial Bleeding akan terus terjadi pada BPJS Kesehatan jika konsumsi rokok masih menggurita. Yang artinya pemerintah harus berani menurunkan produksi rokok karena kebanyakan pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan adalah korban dari mengkonsumsi rokok.

Yang paling kelihatan mudah adalah pemerintah harus menaikkan cukai rokok secara signifikan hingga 57 persen karena saat ini masih dikisaran 40 persen. Dengan menaikkan cukai rokok maka akan menaikkan pendapatan pemerintah yang secara tidak langsung akan mengurangi jumlah perokok dan masyarakat yang tetap merokok harus membayar lebih mahal karena efek nikotin pada rokok tersebut yang berupa zat adiktif. Oleh sebab itu Pemerintah harus tegas untuk menaikkan cukai rokok dan tidak hanya menjadi kebijakan yang artifisial alias sia-sia belaka.

Related Post

Brad Pitt Dituduh Tak Menafkahi Setelah Mengeluark... Brad Pitt memberikan bantahan keras telah ingkar dari kesepakatan bersama, suami Angelina Jolie tersebut bahkan sudah membayarkan nafkah materi hingga...
Tahun Ini Masih Mudik Sendiri? Ikuti Tips Aman Mud... Mudik memang rutinitas wajib menjelang lebaran, apalagi jika Anda tinggal atau bekerja di luar kota dan jauh dengan orang sudah. Dari jauh hari, pas...
Panci Rise Cooker Lengket Dan Bau, Ini Cara Mudah ... Panci rise cooker memang sebaiknya dicuci setelah digunakan, namun karena terlalu sering menanak nasi dalam mesin pengubah beras tersebut, maka akan s...
Manfaat Buah Pepaya Untuk Ibu Hamil Dan Ibu Menyus... Meningkatnya kebutuhan gizi pada ibu hamil dan menyusui membuatnya harus benar-benar menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi, agar tidak hanya s...