Sunday, November 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Putra Mahkota Saudi Bersembunyi Karena Takut Akan Keamanan Dirinya

Putra Mahkota Saudi Bersembunyi Karena Takut Akan Keamanan Dirinya

Mohammed bin Salman dilaporkan menghabiskan banyak waktunya di superyacht (kapal pesiar mewah)-nya demi alasan keamanan. Kebijakan agresif ini ia ambil karena putra Raja Salman ini memiliki banyak saingan di negaranya dan juga di sekitar wilayah Timur Tengah. Pangeran juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan ini mengejar kebijakan agresif termasuk pula meluncurkan agresi di Yaman dalam memerangi pemberontak Houthi.

Laporan mengenai ketakutan Mohammed akan keselamatannya muncul dari Bruce Riedel,seorang  Direktur Brookings Institution’s Intelligence Project. Menurut ia, perubahan pada garis keturunan suksesi serta keputusan oleh putra mahkota berusia 32 tahun itu di dalam dan luar negeri telah merusak stabilitas dari kerajaan Saudi. Masih menurut dirinya, Pangeran Mohammed pun sadar akan permusuhan yang sedang tumbuh.

“Takut akan keamanannya, putra mahkota pun dikatakan menghabiskan banyak malam di kapal pesiar senilai setengah miliar dolar yang ditambatkan di Jeddah,” jelas Riedel untuk Al-Monitor, di mana dia adalah merupakan seorang kolumnis. Mengutip laporan Business Insider itu, pada selasa (25/9/2018), Pangeran Mohammed tertarik pada superyacht senilai 0,5 miliar dolar yang panjangnya hingga 440 kaki. Kapal pesiar mewah itu diberi nama Serene.

Dia tertarik untuk memilikinya setelah melihatnya pada akhir tahun 2016 saat berlibur di wilayah selatan Prancis. Dia membelinya dari seorang miliarder asal Rusia. Kapal pesiar mewah itu memiliki dua helipad, dinding panjat dalam ruangan, spa lengkap, serta tiga kolam renang. Namun, sang pangeran justru membelinya saat dia mendorong penghematan di negaranya sendiri, di mana pemerintah telah berusaha untuk memotong anggaran belanja besar-besaran dan pembekuan kontrak pemerintah.

Menurut Riedel, kritik terhadap perang berdarah di Yaman yang sudah menyebabkan banyak orang kelaparan dan menderita penyakit juga telah berkembang di dalam Arab Saudi selama berbulan-bulan lamanya. Sebuah video yang berasal dari Pangeran Ahmed bin Abdulaziz yaitu saudara tiri Raja Salman, secara terbuka menyalahkan Pangeran Mohammed mengenai perang di Yaman. Video itu pun viral di kerajaan pada bulan ini.

Kebijakan blokade terhadap Qatar atas tuduhan Doha mendukung terorisme dan dekat dengan Iran juga memicu kritik di dalam negeri Saudi. Menurut Riedel, seorang ulama telah ditangkap dan menghadapi eksekusi karena mengkritik kebijakan itu. Sikap Dewan Kerja Sama Islam (OKI), menurut Riedel, juga terbelah gara-gara kebijakan itu.

Kebijakan lain adalah penangkapan massal para eksekutif bisnis dan anggota keluarga kerajaan pada musim gugur lalu. Penangkapan massal itu dilakukan terkait operasi anti-korupsi. Langkah itu membuat investor waswas dan mengurangi kepercayaan pada kemampuan Pangeran Mohammed untuk mengelola masalah ekonomi Saudi.

Di antara lusinan pebisnis dan pangeran yang ditangkap adalah Pangeran Mutaib bin Abdullah, pemimpin pasukan tempur Saudi yang ikut terlibat dalam agresi di Yaman. Tak hanya ditangkap, Pangeran Mutaib juga dipecat. Langkah itu dikhawatirkan bisa mengasingkan Pangeran Mohammed dari militer Saudi.

Rosie Bsheer, seorang profesor sejarah di Yale, mengatakan pemecatan Pangeran Mutaib akan menimbulkan ketidakpuasan, dan gerakan anti-Salman. Riedel menambahkan proses penggantian Raja Salman bisa berubah menjadi kekerasan. “Administrasi Trump telah memberikan cek kosong kepada Arab Saudi dan mendukung perangnya di Yaman,” tulis Riedel. “Putra mahkota telah dipuji oleh Gedung Putih. Ini pendekatan yang bodoh dan berbahaya.”

Related Post

Fredrich Yunadi di Periksa Hari Ini Pada hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Kuasa hukum dari Setya Novanto, Fredrich Yunadi akan dipanggil oleh KPK dengan dugaan ...
Inggris Siapkan Tuntutan 9,5 Miliar Atas Kebocoran... Inggris sudah bersiap membuka tuntutan denda pada facebook terkait kebocoran data yang terjadi secara massal, nominal hingga 500 ribu poundsterling at...
Mohammed Bin Salman Berseteru Dengan Sang Paman Hi... Di luar kediaman Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, di London, ramai pengunjuk rasa dari Yaman dan Bahrain. "Turunkan Al Saud!!! Turunkan Al Saud....kelu...
Kerajaan Inggris Memberikan Larangan Keras Untuk C... Kerajaan Inggris memang punya tatanan peraturan yang cukup ketat, ini membuat semua keluarga kerajaan harus patuh di dalamnya. Bahkan calon raja kedua...