Monday, September 28Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Proses Pembuatan E-KTP Berjalan Lama dan Tidak Jelas, Dirjen Dukcapil Kemendagri Tahu atau Tidak ya?

Proses Pembuatan E-KTP Berjalan Lama dan Tidak Jelas, Dirjen Dukcapil Kemendagri Tahu atau Tidak ya?

Belakangan ini ada yang mengingatkan tentang persyaratan untuk mencoblos di Pilpres dan Pileg 2019 nanti. Apa itu syaratnya yaitu barang ghaib yang berasal dari mereka sendiri alias e-ktp. Yap e-ktp ditengarai oleh KPU dan Kemendagri sebagai syarat wajib pemilih untuk Pilpres serta Pileg nanti. Namun ternyata ada jutaan pemilih yang belum memiliki E-KTP. Mengapa e-ktp sangat sulit untuk didapatkan tentu saja karena para koruptor yang seharusnya sudah dihukum dengan adil namun nampaknya sangat sulit sekali ya. Salah satunya kasus si papa miinta saham yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasuk e-ktp ini.

Dan uniknya merespon hal tersebut, dirjen dukcapil kemendagri yaitu Zudah Arif Fakrulloh meminta kpu agar lebih ketat dalam proses perizinan hak pilih bagi rakyat yang tidak memiliki e-ktp. Kemendagri juga berharap warga yang belum merekam e-ktp agar segera merekam ke dukcapil masing-masing dan yang sdah merekam tapi belum memiliki e-ktp agar pro aktif dengan dukcapil. Tapi ya dukcapil dan perangkat daerah lain juga jangan pasif kali ya pak masalah e-ktp ini.

Dirjen dukcapil kemendagri bahkan mengatakan kpu tegas saja bagi yang tidak punya e-ktp yang tak boleh mencoblos alias meminta KPU agar tak mengizinkan warga yang tidak memiliki e-ktp untuk tidak mencoblos. Wah enak sekali ngomongnya, yang ada itu yang belum punya e-ktp itu ditanya kenapa belum punya oleh dukcapil. Sudah rahasia umum bahwa sebagian besar warga Indonesia termsuk mimin belum punya e-ktp yang baru di domisili baru karena e-ktp yang belum jadi. Tidak ada kejelasan mengenai e-ktp ini. Bahkan ngobrol-ngobrol dengan banyak para penunggu e-ktp ada yang sudah bertahu-tahun belum dapat kartu ghaib satu ini. Jika pembuatan e-ktp memakan waktu selama sebulan mungkin masih bisa ditolerir namun jika e-ktp tidak jadi selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun ya tanya saja pada yang berwenang maslah e-ktp ini atau tanya tersangka koruptornya bila mungkin.

Agar terlihat lebih bijaksana dan pintar dalam berdiplomasi mungkin ada baiknya jika sebelum membahas E-KTP para pejabat yang berwenang itu research dulu mengapa proses e-ktp ini bisa lama dan tidak jelas, bukannya mengeluarkan pernyataan yang tidak bisa dibilang cerdas namun tidak salah juga bila dibilang ckckckck.