Sunday, May 31Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Prabowo Bikin Ulah Lagi Dengan Katakan Hal Ini Pada Jurnalis Indonesia

Prabowo Bikin Ulah Lagi Dengan Katakan Hal Ini Pada Para Jurnalis Indonesia

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto murka karena terdapat sejumlah media yang enggan memberitakan aksi reuni 212 yang menurutnya dihadiri oleh 11 juta orang. Prabowo menilai media sudah menelanjangi tubuhnya sendiri karena enggan menyampaikan soal peristiwa reuni 212. “Setiap hari beberapa koran masuk ke rumah saya, saya hanya melihat bohong apalagi nih yang mau mereka sampaikan dan yang mau mereka cetak. Puncaknya adalah mereka menelanjangi diri mereka sendiri, 11 juta orang hadir dan mereka tidak beritakan,” kata Prabowo di Hari Perayaan Disablitias Internasional (5/12).

Prabowo menuding media-media yang ada di Indonesia juga turut andil dalam upaya memanipulasi demokrasi di Indonesia dengan membuat berita yang tidak sesuai dengan faktanya. Karena kekesalannya, di hadapan para penyandang disabilitas Prabowo meneriakkan untuk tidak menghormati media-media yang ada di Indonesia.

“Saya katakan hei jurnalis-jurnalis! Kalian tidak berhak sandang sebagai jurnalis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka (jurnalis) karena mereka semua antek,” tegasnya. Tak hanya menyerang media, Prabowo juga menuding wartawan. Dia bahkan menyebut jurnalis mengkhianati tugasnya karena tidak memberitakan acara Reuni 212 kemarin. Prabowo bahkan juga merasa wartawan yang datang meliputnya hanya menunggu dia untuk salah bicara. “Ada media di sini? Saya khawatir wartawan ke sini hanya nunggu saya salah bicara. Karena Prabowo kalau bicara enggak pakai teks.”

Prabowo mengklaim jurnalis atau wartawan yang datang hanya mencari kesalahannya dalam berucap. Kesalahan ucapan tersebut menurutnya akan menjadi bahan untuk ‘gorengan’ dari kubu Jokowi. “Ada wartawan atau tidak di sini, mereka ke sini hanya untuk nungguin gue salah ngomong” ketus Prabowo. “Mereka itu, saya katakan, kelompok itu, menunggu gue saat salah ngomong kemudian digoreng lagi, bicara emak-emak aja tidak boleh, tampang tidak boleh” ketus dia.

Prabowo memang menduga, ada upaya besar dalam memanipulasi demokrasi di Indonesia. Praktik sogok menyogok terjadi di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari sektor partai politik, pejabat, dan juga rakyat yang mau dibohongi dan dicuci otak oleh para pers yang berbohong. “Jadi saya akan katakan hey jurnalis kalian tidak berhak sandang profesi sebagai jurnalis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek,” Prabowo memungkasi.

Kejengkelan Prabowo berawal dari Reuni Aksi 212 yang dinilainya tidak sesuai persepsinya. Prabowo juga menilai jumlah massa dari aksi tersebut bisa mencapai jutaan, namun ternyata hanya ditulis ribuan oleh para media massa. “Media kita tidak bisa melihatnya. Ini aneh bin ajaib,” kata Prabowo.