Saturday, September 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Potongan Jenazah Khashoggi Ditemukan Di Rumah Konjen Arab Saudi

Potongan Jenazah Khashoggi Ditemukan Di Rumah Konjen Arab Saudi

Potongan jenazah milik jurnalis Arab Saudi bernama Jamal Khashoggi dilaporkan telah berhasil ditemukan. Demikian penjelasan dari salah seorang politisi Turki. Dogu Perincek yang merupakan Kepala Partai Rodina, dilansir oleh Daily Mirror pada hari Selasa (23/10/2018) mengungkapkan bahwa potongan jenazah Khashoggi telah ditemukan dalam sebuah lubang.

Lubang tersebut yang mengejutkan terletak di kebun kediaman Konsul Jenderal Istanbul, Turki, yang berlokasi sekitar kurang lebih 500 meter dari gedung konsulat. Sementara itu dua sumber penyelidik Turki kepada Sky News menjelaskan bahwa ketika ditemukan potongan wajah Khashoggi sudah dalam keadaan rusak parah. Namun laporan Mirror dan Sky itu bertolak belakang dengan pernyataan pejabat Saudi yang menyatakan bahwa jenazah Khashoggi digulung di dalam sebuah karpet dan lalu diserahkan kepada seseorang untuk dilenyapkan.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris yaitu Theresa May menjelaskan bahwa laporan penemuan potongan jenazah Khashoggi sangat mengganggu kota London. “Lokasi dari penemuan jenazah Khashoggi merupakan satu dari sekian pertanyaan yang sebelumnya telah kami ajukan. Saat ini kami sedang menunggu hasil penyelidikan pihak Turki,” ujar juru bicara itu.

Khashoggi tewas saat mendatangi gedung konsulat Saudi untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, pada tanggal 2 Oktober yang lalu. Awalnya pihak Arab Saudi bersikukuh bahwa Khashoggi telah keluar dari gedung. Namun pada pekan lalu mereka akhirnya mengakui bahwa dia tewas dalam pertikaian di jalanan.

Dalam sejumlah media Turki dan dunia memberitakan jika Khashoggi dibunuh oleh kurang lebih 15 orang, dengan jenazahnya dimutilasi lalu dilenyapkan menggunakan cairan asam. Tim yang berjumlah 15 orang itu dikabarkan bergerak atas perintah penasihat MBS dalam bidang komunikasi, Saud al-Qahtani. Bahkan ditengarai pula bahwa Qahtani memerintahkan pembunuhan melalui Skype.

Pada hari Selasa (23/10/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan Khashoggi merupakan korban dari pembunuhan berencana yang sangat kejam. Dia menjelaskan bahwa sebelum Khashoggi dibunuh, tiga warga negara Saudi telah tiba di Istanbul sehari sebelumnya dan bergerak untuk memetakan lokasi.

Erdogan meminta agar 18 orang yang diklaim telah ditangkap otoritas Saudi agar dibawa ke Istanbul dan diadili di sana. Bahkan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) kemungkinan besar terlibat dalam upaya pembunuhan tersebut. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pun mengatakan, jajarannya akan melakukan serangkaian kebijakan, termasuk dalam memberikan sanksi.