Monday, September 28Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pesawat Malindo Air Tergelincir Saat Mau Lepas Landas Di Bandung

Pesawat Malindo Air Tergelincir Saat Mau Lepas Landas Di Bandung

Pesawat Malindo Air berjenis Boeing 737-800NG dengan nomor penerbangan OD-301 rute Bandung – Kuala Lumpur tergelincir dari landas pacu di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/6) pukul 14.25 WIB.

“Pesawat teregistrasi 9M-LCK, mengalami keluar dari landas pacu (runway excursion) pada saat berbelok sebelum lepas landas,” kata PR & Communications Departement Malindo Air Andrea Liong melalui keterangan tertulisnya, Kamis (20/6).

Andrea mengatakan dalam pesawat itu, terdapat 122 orang. Rinciannya adalah terdiri dari 114 penumpang dan delapan anggota kru. “Semua penumpang dan juga awak pesawat dalam kondisi selamat serta telah dievakuasi dengan aman. Saat ini pun Malindo Air sedang mengatur rencana perjalanan para penumpang,” ujar dia.

Kini, pesawat itu dalam proses penanganan evakuasi. “Malindo Air meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan ingin menegaskan kembali bahwa Malindo Air mengutamakan faktor keselamatan sebagai prioritas utama.”

Dilansir dari berbagai sumber, ada tiga faktor yang bisa menyebabkan pesawat mengalami overrun. Apa saja? Simak ulasan kumparanTRAVEL berikut.

  1. Cuaca

Kondisi cuaca yang berubah-ubah atau fenomena alam yang tak menentu menjadi salah satu alasan pesawat dapat tergelincir (overrun) saat berada di landasan. Misalnya saja akibat hujan deras dan petir yang membuat landasan pacu pesawat menjadi basah dan licin.

Secara tidak langsung, cuaca buruk juga bisa mempengaruhi lambatnya pembaruan perangkat cuaca yang diberikan Air Traffic Controller (ATC) pada pilot, sehingga data yang diterima menjadi tidak akurat. Kesalahan seperti ini, akan membuat pilot salah menghitung teknik pendaratan mereka saat hendak mencapai runway.

  1. Kesalahan Pilot

Jika cuaca menjadi salah satu faktor yang tidak bisa diinterupsi kehadirannya, maka berbeda dengan pilot error (kesalahan pilot). Pilot error dapat diminimalisir atau dihindari jika pilot yang bertugas telah memiliki jam terbang yang tinggi, atau mampu berkoordinasi secara baik dengan pihak-pihak terkait.

Ada berbagai bentuk kesalahan yang dilakukan pilot yang dapat mengakibatkan overrun. Misalnya saja salah menilai kondisi cuaca atau landasan yang akan digunakan, sehingga menyebabkan pesawat mendarat atau terbang terlalu cepat atau terlalu lama saat berada di landasan. Kesalahan lainnya yaitu melakukan teknik dan gaya pengereman yang tidak tepat, sehingga membuat pesawat tidak dapat berhenti tepat waktu atau tidak seimbang saat pendaratan.

Overrun juga dapat disebabkan oleh pola pikir ‘Missionitis’ yang dialami pilot. Pola pikir ini membuat pilot ingin menyelesaikan misi pendaratan pesawat, bahkan dalam kondisi cuaca buruk atau situasi yang kurang memadai, ketimbang melakukan pengalihan rute agar lebih aman.

  1. Gangguan Teknis dalam Mesin Pesawat

Sebagai salah satu komponen dalam melakukan penerbangan, kondisi mesin pesawat memang memegang peranan penting. Untuk itu, teknisi yang bertugas mesti memastikan dengan benar bahwa kondisi mesin aman untuk melakukan perjalanan.

Sebab, pesawat yang tergelincir dapat juga disebabkan oleh kerusakan rem yang dimiliki oleh pesawat. Hal ini menyebabkan badan pesawat tidak dapat berhenti dengan baik saat berada di runway.

Kerusakan sistem anti slip dan hydroplanning juga bisa menjadi penyebab terjadinya pendaratan yang tidak mulus dari pesawat. Karena kedua kondisi ini akan mengurangi kemampuan pesawat untuk merespon kondisi yang terjadi antara roda pesawat dan runway.