Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pernyataan Farhat Abbas, Blunder bagi Jokowi – Ma’ruf

Meski kerap tersandung oleh pernyataan-pernyataan kontroversial yang disampaikannya, Farhat Abbas rupanya masih belum juga jerah, kendati saat ini sudah ditunjuk sebagai salah satu anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf.

Melalui akun instagramnya, @farhatabbastv226, politisi dari PKB ini pada 12-9-2018, mengunggah foto dirinya dengan caption “Pak Jokowi adalah Presiden Indonesia masuk surga”. Foto tersebut juga disertai keterangan: – Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga! Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi! Bakal Masuk Neraka! (Jubir-Indonesia) -.

Unggahan tersebut langsung menuai tanggapan negatif, baik dari para netizen maupun dari internal PKB dan TKN Jokowi Ma’ruf. Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan Farhat selain tidak tepat juga dapat menjadi blunder bagi pasangan Jokowi – Ma’ruf. Karena itu PKB langsung memberikan teguran kepada kadernya tersebut.

“Itu dapat merugikan Pak Farhat sendiri, merugikan partai dan merugikan paslon. Karena itu sudah kami tergur,” kata Karding saat berada di sekretariat TKN Jokowi – Ma’ruf yang ada di JL. Kebon Sirih, Jakarta,

Baca juga: Pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin Kuasai Suara Pemilih Muslim Berdasarkan survei LSI

Menurut Karding, pernyataan Farhat yang menyimpang tersebut terbawa oleh rasa fanatisme yang berlebihan terhadap sosok Joko widodo. Farhat merasa kesal terhadap orang-orang yang menghina dan merendahkan Jokowi dengan serangkaian isyu seperti PKI, China serta yang lain.

Teguran yang sama juga dilayangkan oleh TKN Jokowi – Ma’ruf melalui Sekretaris TKN, Raja Juli Antoni. Raja menyampaikan bahwa pernyataan Farhat Abbas tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang diusung TKN Jokowi – Ma’ruf.

Diakuinya bahwa anggota-anggota TKN memang memiliki gaya masing-masing dalam mengkampanyekan Jokowi – Ma’ruf. Namun cara yang dilakukan oleh Farhat tidak dapat dibenarkan karena mengusung isyu primordial.

“Kami melarang mermainkan isyu agama, membangun sentimen primordial, terlebih mengaitkan dengan akhirat, karena ini merupakan persoalan duniawi. Karena itu kami memberikan teguran internal ke Bang Farhat,” ungkap Raja Juli Antoni.

Dalam kesempatan yang sama, Raja juga mengklarifikasi bahwa Farhat bukan Juru Bicara TKN Jokowi – Ma’ruf. Posisi Farhat hanya merupakan bagian dari Tim Kampanye karena yang bersangkutan memang telah mengikuti pelatihan TKN.