Monday, June 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Perkosa Gadis di Depan Pacarnya, Hanya Karena Terganggu Saat Bermain Game

perkosa

Perbuatan bejat dilakukan Matrodili (33 tahun), penduduk Desa Berahan Kulon, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Setelah menyuruh sepasang kekasih yang merupakan pelajar SMK di Demak untuk berhubungan intim di depannya, sang gadis berinisial BP yang masih berusia 16 tahun ganti dia perkosa di depan pacarnya.

Menurut Wakapolres Demak, Kompol Ibnu Bagus Santoso, peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi pada 8/9/2018. Bermula saat Matrodli bermain game online di sebuah warnet di wilayah Tlogosari, Semarang. Dia merasa terganggu dan jengkel terhadap ulah sepasang remaja yang bermesum ria di dalam warnet tidak jauh darinya.

Karena rasa jengkel itulah, Matrodli mendatangi sepasang kekasih tersebut sambil mengaku sebagai anggota polisi. Tidak cukup hanya mengaku sebagai aparat, Matrodli juga mengancam keduanya untuk dibawa ke kantor polisi dengan dakwaan telah berbuat mesum.

Baca juga: Tips Berhenti Ketagihan Nonton Film Bokep

Mendapat intimidasi tersebut, kedua tersangka ketakutan sehingga menurut ketika disuruh mengikutinya. BP yang menjadi korban dibonceng oleh Matrodli sedang sang pacar mengikuti di belakangnya.

Ternyata, Matrodli tidak membawa keduanya ke kantor polisi, melainkan ke area persawahan yang ada di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak yang menjadi lokasi pemerkosaan.

“Tersangka awalnya meminta uang Rp.200.000 kepada pacar korban, selanjutnya memaksa mereka untuk berhubungan intim. Sambil menyuruh tersangka mengancam akan menembak keduanya jika tidak menuruti permintaannya dan katanya tersangka membawa pistol yang diletakkan di jok motor. Setelah sepasang kekasih tersebut selesai melakukan hubungan intim, giliran Matrodli yang memperkosa BP, ” terang Kompol Ibnu Bagus Santoso. Akibat perbuatannya tersebut, tersangka diringkus oleh jajaran Satreskrim Polres Demak.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka, dia sebenarnya tidak berniat menyetubuhi korban. “Karena jengkel saja. Apalagi saat saya tanya tempat tinggalnya, mereka berbelit-belit, sehingga membuat saya tambah jengkel,” ungkap Matrodli. “Saya menyesal. Saya melakukan perbuatan tersebut spontan saja karena terbawa oleh rasa jengkel.”

Karena perbuatan bejatnya itu, laki-laki yang sudah memiliki dua anak ini dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 368 KUHP tentang pengancaman dan pasal 287 KUHP tentang pencabulan terhadap anak dibawah umur. Sedang ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara.

One Comment

Comments are closed.