Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Perempuan Ini Mengaku Membunuh Karena Terinspirasi Sinetron

Perempuan Ini Mengaku Membunuh Karena Terinspirasi Sinetron

Aulia Kesuma, otak pembunuhan suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan anak tirinya, Adi Pradana alias Dana, mengaku terinspirasi dari adegan sinetron. Khususnya, saat membakar mayat sang suami untuk menghilangkan jejak.

Merespons pengakuannya Aulia Kesuma ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang diwakili oleh Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo mengatakan, akan memberikan sanksi pada sinetron yang menampilkan adegan pembunuhan sadis.

Dalam menghilangkan jejak, Aulia berencana membuang jenazah Pupung dan Dana ke dalam jurang usai dibakar di dalam mobil. Namun rencana itu gagal, karena anaknya yang turut membunuh kedua korban, Giovani Kelvin (25), turut tersambar api. Merespons aksi Aulia yang terinspirasi sinetron, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku akan memberi sanksi ke seluruh sinetron yang menampilkan adegan pembunuhan sadis.

Penggambaran kesadisan seperti itu memang tidak ada ya, tapi kalau sampai ada adegan yang seperti itu sudah pasti akan mendapat sanksi dari kami. Itu penjelasan Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo, saat dihubungi, Selasa (3/9) malam. Mulyo memastikan KPI selalu mempertimbangkan setiap adegan dari sinetron. Sebab, setiap adegan dalam sinetron pasti akan berimbas pada psikologis penontonnya.

“Pasti akan menindak, jangan sampai ada kekerasan sadis, Misal ada adegan perkelahian seperti itu juga, kami akan mempertimbangkan apakah ini kena sanksi atau tidak. Jika sampai kemudian ada adegan yang harus berantem kita juga memperhitungkan apakah ini akan memengaruhi psikologis penonton. Terutama remaja dan juga anak-anak,” terangnya.

“Kalau sudah pada pengambilan gambar yang salah dengan menampilkan dua orang yang sedang melakukan kekerasan pasti akan langsung kami beri sanksi,” imbuhnya. Terkait sinetron-sinetron bertema azab yang kerap menampilkan adegan berlebihan, Mulyo mengatakan, KPI telah mengawasinya. Menurut Mulyo, sinetron seperti ini bisa memberikan dampak pembodohan publik.

“Sinetron-sinetron azab itu, kita juga sudah sangat memperhatikan karena hal-hal yang berkaitan mistis, horor, dan supranatural itu menjadi perhatian kami. Karena memang ada kecenderungan simplifikasi cerita, sehingga kesannya pembodohan terhadap publik. Ini yang menjadi perhatian kita. Kalau kami memang menemukan hal itu tentu akan diberikan sanksi,” pungkasnya.

Aulia Kesuma mengaku awalnya tak berniat untuk membakar jenazah suami dan anak tirinya di Jalan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Menurutnya, saat itu, ia dan Kelvin dalam posisi panik sehingga memutuskan untuk berhenti di lokasi pembakaran.