Wednesday, September 30Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Peneliti Dunia Masih Bingung Dengan Penyebab Tsunami Di Sulawesi Tengah

Peneliti Dunia Masih Bingung Dengan Penyebab Tsunami Di Sulawesi Tengah

Gempa dan Tsunami yang mendera Sulawesi Tengah ternyata menjadi perhatian dunia karena banyaknya media internasional yang juga turut serta memberitakan dan bahkan sampai menjadi topik berita utama. Seperti contohnya The Guardian yang memberi judul “Indonesia Tsunami : Dozens Killed in Sulawesi after Powerful Earthquake”. Dalam laporannya itu The Guardian mengutip banyak pernyataan dari Sutopo Purwo Nugroho.

Portal berita ini memberitakan tentang saluran komunikasi serta listriik yang terputus serta kepanikan warga Sulawesi Tengah. Tidak hanya The Guardian, Media internasional lai juga memberitakan hal yang sama dengan judul yang berbeda. Contohnya adalah BBC yang menuliskan “Indonesia Earthquake : Dozens Dead in Palu”. Dan masih banyak lagi pemberitaan yang dilakukan media Internasional terkait dengan peristiwa ini.

Bahkan yang paling menarik perhatian adalah bagaimana para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia merasa keheranan dengan bencana yang menyambangi Sulawesi Tengah. Menurut mereka gempa dengan kekuatan 7,7 SR kecil kemungkinan untuk dapat membuat ombak sebesar itu bahkan sampai merusak. Menurut Jason Patton, seorang ahli geofisika di Humboldt University of California mengatakan bahwa gempa dengan kekuatan seperti itu memang bisa menimbulkan tsunami namun seharusnya tidak sampai sebesar itu.

Masih menurut Jason Patton, saat peristiwa ini terjadi kami para peneliti menemukan banyak hal yang belum kami mengerti dari pengamatan sebelumnya. Menurut para peneliti, bencana gempa dan tsunami ini merupakan akibat dari fenomena strike-slip, yaitu bergesernya lempeng bumi secara horizontal dan seharusnya tidak menimbulkan tsunami sebesar ini. Kemungkinan lain tsunami tercipta secara tidak langsung karena disebabkan oleh faktor lain.

Guncangan keras saat gempa Donggala kemarin mungkin telah menimbulkan longsor bawah laut yang akhirnya juga mampu menciptakan gelombang tinggi. Kejadian tsunami seperti ini tidak biasa namun pernah terjadi pada tahun 1964 di Alaska dengan kekuatan gempa sekitar 9,64 SR. Menurut Patton tsunami di Palu bisa disebabkan oleh banyak faktor lain dan studi mengenai hal ini akan sangat penting. Menurut beberapa ahli tsunami di Indonesia, diperkirakan penyebab tsunami Palu dan sekitarnya adalah adanya longsoran sedimen dasar laut di kedalaman 200-300 meter di bawah permukaan laut.