Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pendapatan Ekspatriat Di Negara Ini Paling Tinggi

Pendapatan Ekspatriat Di Negara Ini Paling Tinggi

Para pencari kerja di seluruh dunia ini pastilah akan mencari perusahaan yang mau membayar gaji mereka sesuai dengan yang mereka inginkan. Jika berbicara kata yang diinginkan para pencari kerja pastilah sesuatu yang besar dan terutama gaji besar. Oleh sebab itu para pencari kerja dan para pembuka lowongan kerja akan berlomba-lomba untuk memenuhi itu semua sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing keduanya.

HSBC Expat Explorer telah mengumumkan secara resmi daftar peringkat negara terbaik untuk orang-orang yang bekerja di luar negeri. Survei tersebut menunjukkan dan telah membuktikan bahwa Swiss, Amerika Serikat (AS), dan Hong Kong telah menjadi negara dengan pendapatan terbaik di dunia. Di salah sat negara benua Eropa sana tepatnya di Swiss, yang terkenal dengan harga yang tinggi selangit, peningkatan pendapatan tahunan bahkan mencapai US$61.000.

Diketahui gaji rata-rata ekspatriat di negara yang berjuluk Land of Milk and Honey tersebut sebesar US$203.000 (Rp3 miliar) per tahun, dua kali lipat dari rata-rata tingkat global. Angka tersebut adalah hasil survei yang tengah menunjukkan bahwa 45% ekspatriat mengatakan pekerjaan yang ada telah membuat mereka dibayar lebih internasional dan 28% mengubah lokasi sebagai sarana untuk promosi.

Masih dalam survei yang sama, Singapura menduduki peringkat teratas sebagai negara terbaik untuk tinggal dan bekerja selama empat tahun berturut-turut, mengalahkan Selandia Baru, Jerman, dan Kanada. “Singapura mampu mengemas segala sesuatu yang dapat diinginkan oleh para ekspatriat ke salah satu wilayah terkecil di dunia saat ini,” ujar John Goddard, kepala HSBC Expat, seperti dilansir dari Bloomberg baru-baru ini.

Sementara itu, di Negeri berjuluk Land of Milk and Honey hanya menempati peringkat kedelapan dengan salah satu pemicu adalah biaya yang tinggi dalam membesarkan anak-anak. Adapun, Swedia, salah satu negara dengan kesetaraan gender terbanyak di dunia mendapati tagihan tertinggi untuk keluarga, sementara Selandia Baru, Spanyol, dan Taiwan memimpin dalam kategori pengalaman. Meskipun itu semua adalah keuntungan budaya, keuangan, dan profesional pindah ke luar negeri, berdasarkan survei yang telah dilakukan pada 22.318 orang tersebut menemukan bahwa perempuan membuntuti pada berbagai ritme.

Relokasi pendapatan perempuan meningkat sekitar 27% –melebihi peningkatan yang dialami laki-laki– hanya sekitar seperempatnya pindah untuk mengembangkan karir mereka, dibandingkan dengan 47% rekan laki-laki mereka. Hanya separuh bekerja penuh waktu, sementara tingkat keseluruhan pendidikan agak lebih rendah. Gaji tahunan rata-rata perempuan juga US$42.000 lebih rendah daripada laki-laki.