Sunday, November 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pendapat Pakar Otomotif Terhadap Investasi Esemka

Pendapat Pakar Otomotif Terhadap Investasi Esemka

Pakar Otomotif yang sangat populer di Youtube, Ridwan Hanif mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu minder jika memang tidak mampu memiliki mobil nasional. Hal itu disampaikan oleh Ridwan di Apa Kabar Indonesia Pagi dalam tema Lika-Liku Mobil Esemka, Senin (22/10/2018). Sebab, kata dia, akan sulit untuk mengejar industri otomotif sebab mobil dari pabrikan Jepang dan Jerman sudah terlalu maju.

“Kecuali kita mau masuk langsung ke mobil listrik yang akan dipakai di masa depan, jadi kita tidak ketinggalan-ketinggalan banget,” ujarnya dilansir dari tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi, di YouTube Talk Show tvOne, Selasa (22/10/2018). Selain itu, kata Ridwan, kita juga seharusnya bisa belajar dari negara sebelah, ketika mereka memiliki mobil nasional.

“Nah itu, ketika (mobil nasional mereka) masuk ke Top Gear, dibully mobil mereka. Kita sudah siapa belum, ketika kita masuk di industri yang sudah ketinggalan, terus kita dibully sama negara lain gara-gara produk kita, kita sudah siap belum? ini kan bisa jadi pisau bermata dua juga sebenarnya,” bebernya.

Ia juga menjelaskan, industri di Indonesia itu sebenarnya tidak terlalu membutuhkan mobil, sebab Indonesia merupakan negara maritim. “Kita punya PT Pal yang bisa bikin kapal, Pak Habibie bisa bikin pesawat dirgantara Indonesia,” katanya. Bahkan, ia mengatakan, mengapa tidak uang Rp 2 Triliun untuk investasi mobil Esemka, lebih baik diberikan kepada BJ Habibie untuk dijadikan pesawat.

“Saya baca dari Kemenperin katnya investasi buat Esemka itu Rp 2 T di Indonesia. Artinya kalau Rp 2 T kita kasih Pak Habibie, itu pesawat kita sudah jadi sebenarnya dan Pak Habibie tidak perlu jualan Jaket. Dan itu bisa bangga, di Asia Tenggara siapa yang bisa bikin pesawat kecuali Indonesia?,” jelasnya.

Pernyataannya itu kemudian dikoreksi oleh Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan. Ia mengajak Ridwan untuk mempertimbangkan juga angka penjualan mobil di Indonesia. “Tapi angka penjualan mobil 1 juta per tahun juga harus diperhatikan,” kata Arteria. Pernyataan itu ditanggapi lagi oleh Ridwan dengan menyebut kalau jumlah itu belum merata di seluruh daerah, hanya terkonsentrasi di Jabodetabek.

“Iya tapi 1 juta per tahun itu, hanya di Jabodetabek 60 persen terkonsentrasi,” imbuhnya. Artinya, lanjut Ridwan, kita tidak usah malu jika tidak memiliki mobil nasional. Justru kita memiliki potensi di bidang lainnya. “Kita bisa bikin lokomotif PT INKA, kita bisa bikin macam-macam, hasil pertanian kita melimpah, negara-negara lain tuh iri sama Indonesia. Jadi kenapa kita harus iri sama negara lain yang punya mobil nasional,” katanya lagi.

Ia kemudian memberi contoh mobil merek lokal di India, yakni Tata dan Mahindra. “Mereka mudah bikin mobil, karena Tata dan Mahindra itu basicnya bukan perusahaan otomotif tapi perusahaan steel, besi, plastik, jadi mereka punya bahan baku, jadi bikin aja. Sementara kita kan tidak punya bahan bakunya. Kita besi, plastiknya masih impor, kita cuma merakit saja,” jelasnya.

“Ada banyak potensi yang bisa kita gali, fokuskan di potensi itu,” tutupnya. Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin menyambut baik rencana diproduksinya mobil Esemka. Ma’ruf mengaku optimis mobil Esemka akan menjadi mobil nasional (mobnas) dan bersaing dengan mobil dari luar negeri.

Hal itu disampaikan Ma’ruf usai berkunjung ke Pondok Pesantren Krapyak, Bantul, Yogyakarta, Minggu (14/10/2018). “Saya kira bagus saja. Mobnas (ini) ya,” ucap Ma’ruf. Menurut pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019 ini, sudah waktunya Indonesia bisa memproduksi dan meluncurkan kendaraan roda empat produksi anak bangsa.

“Memang seharusnya kita punya Mobnas,” kata Ma’ruf Amin. Diketahui, Esemka merupakan merek mobil buatan Indonesia yang melambungkan nama Presiden Jokowi saat menjabat sebagai Wali Kota Solo. Namun Kini Esemka sudah berhasil melalui uji tipe kendaraan atau disebut dengan Vehicle Type Approval (VTA) di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perhubungan.

Related Post

Status WhatsApp Kini Memberikan Layanan Iklan, Set... Status whatsapp kini akan mengalami perubahan, dimana dalam fitur terbaru layanan media sosial pesan singkat tersebut akan menampilkan adanya barisan ...
Samsung Galaxy S7 Mudah Diretas Pihak Luar, Tangga... Samsung galaxy S7 kabarnya bisa dengan mudah diretas oleh pihak ketiga, hal ini tentu saja membuat semua pengguna risau. Apalagi dengan aksi tersebut ...
Meikarta Dan Lima Kota Mati Di Dunia Setelah Ditin... Digadang-gadang akan menjadi salah satu kota metropolitan termegah yang ada di dunia, Lippo Group berencana membangun sebuah kota baru bernama Meika...
Alasan Terbaru Sri Mulyani Terhadap Berubahnya Nil... Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara mengenai pergerakan nilai tukar rupiah yang sepanjang hari ini melemah, namun berhasil menguat pad...