Monday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pemuda Ini Terombang-Ambing Di Lautan Lepas Selama Dua Bulan

Dari akhir pekan yang lalu ada pengalaman dari sorang anak muda bernama Aldi asal Sulawesi yang bisa dibilang cukup ajaib sekaligus sebuah pengalaman mengerikan yang sedang ramai di bahas di media sosial. Aldi Novel Aldilang seharusnya sudah pulang dan menikmati jerih payahnya menangkap ikan pada hari itu namun di saat itu pula ia secara nahas terbawa arus dan terombang ambing menuju samudra lepas. Pemuda berusia 19 tahun asal Wori, Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini memiliki kisah yang akan membuat siapa pun akan merasa ada kisah nyata dari novel terkenal Life of Pi yang dapat di alami oleh siapa saja dengan atau tanpa ada harimau di dalam sekoci. Kejadian nahas itu terjadi pada 14 Juli 2018 yang lalu.

Pada hari itu sebetulnya Aldi sudah saatnya untuk ganti giliran menjaga rompong alias rumah buatan di laut yang terletak di Pulau Doi, Ternate dan kembali ke kampungnya di Wori. Aldi diketahui telah bekerja di rompong itu selama 3 bulan. Dan hari itu tentu akan ia ingat selamanya karena rakit Aldi mendadak terhempas dari tambatan karena adanya angin kencang di atas laut.

Saat berada di rakit, sambil menyaksikan rompong menjauh dari pandangan, Aldi hanya punya sebuah walkie-talkie, Injil dan peralatan memancing alakadarnya. Dengan benda-benda itu akhirnya Aldi dapat bertahan hidup selama nyaris dua bulan ia sendirian di tengah samudra lepas. Di seminggu pertama, Aldi makan sebagian bahan mentah yang ada di atas rakit dan selama tujuh pekan kemudian, Aldi mengisi waktu sambil bertahan hidup dengan memancing ikan. Sebagian tangkapannya dimasak dengan cara direbus atau dibakar menggunakan batang kayu dari bagian samping rakit miliknya.

Agar tidak dehidrasi ia pun minum air laut yang ia saring menggunakan bajunya supaya kadar garam tidak terlalu banyak masuk ke dalam tubuh. Aldi diketahui telah terombang ambing sampai 2414 kilometer dari tempat awal ia terhempas hingga ke perairan Guam di tengah Samudra Pasifik. Selama terbawa arus itu, rakit miliknya sebenarnya berpapasan dengan sekitar 10 kapal besar namun tidak ada yang melihat keberadaannya.

Baru setelah sekitar dua bulan terombang-ambing, akhirnya ia ditemukan oleh kapal MV Arpeggio yang berbendera Panama dan berhasil selamat karena berhasilĀ  menangkap sinyal walkie talkie miliknya.