Thursday, December 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pemakaman Pelaku Bom Bunuh Diri Di Medan Ditolak Oleh Warga

Pemakaman Pelaku Bom Bunuh Diri Di Medan Ditolak Oleh Warga

Warga Medan disebut menolak pemakaman pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution (RMN). Penolakan itu disampaikan oleh tokoh agama Kota Medan, ustaz M Sofyan. Ia mengklaim pernyataannya soal penolakan tersebut mewakili masyarakat Medan.

“Saya secara gamblang menolak terduga bom bunuh diri itu dikuburkan di Kota Medan,” ujar Sofyan, Minggu (17/11), seperti dilansir dari Antara. Rabbial merupakan pria berumur 24 tahun yang berasal dari daerah Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Rabbial rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Sikambing, Medan, Minggu (17/11). Namun, tidak ada aktivitas pemakaman Rabbial di TPU tersebut. Beredar kabar pemakaman akan dipindahkan ke TPU di Sri Gunting. Namun, setelah dilakukan peninjauan ke lokasi, tidak ditemukan adanya prosesi pemakaman. Sebelumnya, Rabbial diduga melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan 13 November lalu.

Kediaman Pembom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Juga Digeledah

Selain kediaman orang tua, kediaman pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution (24), juga digeledah. Penggeledahan yang dilakukan oleh puluhan polisi sejak siang hari itu selesai pukul 16.50 WIB.

Polisi lantas memasang garis polisi di sekeliling rumah Rabbial. Selama digeledah, banyak warga berkerumun dan menonton di sekitar lokasi. Kediaman Rabbial di Lingkungan 6, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, ini berjarak sekitar 1 km dari kediaman orang tuanya. Sedangkan dari Polrestabes Medan berjarak sekitar 25 km.

Kepala lingkungan setempat, Sumini, menyebut Rabbial atau yang akrab disapa Dede adalah sosok yang ramah. Istri Dede, Dewi, saat ini tengah mengandung. Dede dan Dewi dikenal sering bergaul dengan warga meski mereka pendatang baru.

Baca Juga :

 

“Mereka baru sebulan tinggal di tempat itu setelah sebelumnya tinggal di rumah mertuanya di Kelurahan Terjun,” kata Sumini saat ditemui di lokasi, Rabu (13/11). Setahu Sumini, selama ini Dede bekerja sebagai pengemudi ojek online. “Dari laporan, mereka baru menikah. Aktivitasnya sebagai ojol. Orangnya ramah, suka bergaul,” beber Sumini.

Sumini menyebut rumah Dede dan Dewi kosong sejak pagi. Ia tak tahu di mana Dewi berada. “Istrinya tidak tahu (ada di mana). Sejak pagi rumahnya kosong, digembok. Namun siang polisi datang membawa mertua Dede, saya tidak tahu namanya,” kata Sumini.