Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pelajar Di Kalteng Ini Berhasil Ciptakan Obat Kanker Payudara

Pelajar Di Kalteng Ini Berhasil Ciptakan Obat Kanker Payudara

Tiga pelajar di SMAN 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka adalah pencetus penelitian manfaat akar kayu bajakah sebagai obat untuk kanker payudara.

Ketiga pelajar itu adalah Yazid Rafly Akbar, Aysa Aurelya Maharani dan Anggina Rafitri. Hasil penelitian ketiga pelajar itu mendapat medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO) di Korea Selatan.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bahkan hendak mematenkan hasil penelitian tiga pelajar itu. Pematenan untuk menjaga hasil penelitian tiga pelajar itu soal kanker payudara dari klaim pihak lain.

“Saya sudah perintahkan Sekda dan Kadis Kesehatan dan instansi terkait lainnya untuk membantu agar ini bisa segera dipatenkan. Sehingga mereka bisa mendapatkan paten atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) nya,” ujar Sugianto, seperti dilansir infopbun (partner 1001 media kumparan).

Bagaimana mereka mencetuskan penelitian akar kayu bajakah sebagai obat kanker payudara? Hal itu ternyata terinspirasi dari kearifan lokal suku Dayak yang sudah turun temurun. Adalah Yazid yang kali pertama terinspirasi untuk meneliti lebih jauh soal manfaat kayu bajakah. Yazid tahu kayu bajakah itu bermanfaat untuk mengobati kanker payudara dari neneknya.

“Itu dari cerita nenek saya yang kanker payudara dan sembuh karena obat itu,” ujar Yazid, saat ditemui di sekolahnya, Rabu (14/8). “Jadi saya angkat kearifan lokal ini menjadi karya ilmiah untuk perlombaan tingkat nasional”.

Perlombaan tingkat nasional yang dimaksud Yazid adalah Youth National Science Fair 2019 (YNSF) yang digelar di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung pada 10 Mei 2019. Di sana, hasil penelitian mereka memenangkan medali emas.

Sebelum membawa penelitiannya ke Bandung, Yazid mengatakan telah melakukan penelitian kandungan kayu bajakah dibantu dengan peneliti dari laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Hasil laboratorium Universitas Lambung Mangkurat menemukan dalam kandungan kayu bajakah terdapat zat antioksidan yang bisa untuk penyembuh kanker payudara. Hasil dari penelitian Universitas Lambung Mangkurat juga menjadikan kayu bajakah itu menjadi serbuk teh siap seduh.

Bajakah merupakan jenis tumbuhan liar khas kalimantan. Tumbuhan itu berada di hutan yang areanya mendapat sedikit paparan sinar matahari. Tumbuhan ini merupakan obat yang sering digunakan suku Dayak secara turun temurun untuk mengobati berbagai penyakit, khususnya kanker.

Senada dengan Yadiz, Anggina juga optimistis hasil penelitiannya itu bisa mengangkat kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam dunia medis. Hasil penelitian kayu bajakah itu, kata Anggina, akan terus disempurnakan.

“Senang karena bisa memberitahu orang banyak ada kearifan lokal di Kalteng yang dapat berguna bagi masyarakat,” kata dia. “Ke depan, kita bakal meneliti lebih dalam supaya lebih bermanfaat dan konkret”.