Monday, November 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pelabuhan Ratu Punya Adat Laut Leluhur Yang Masih Bertahan Hingga Sekarang

Pelabuhan ratu bukan hanya tempat penyeberangan paling ramai setiap harinya, namun juga masih menyimpan budaya leluhur yang masih di pertahankan hingga sekarang. Siapa lagi jika bukan masyarakat lokal sendiri, dimana memancing menjadi sebuah tradisi yang tidak pernah bisa disingkirkan hingga kini.

Bahkan ini juga dilakukan nelayan yang akan pergi melaut, dimana tetap melakukan tradisi dengan memancing. Ternyata bukan tanpa tujuan, karena saat memancing nelayan bisa memperhatikan arus air, pasang ombang dan membuat prediksi yang terburuk saat melaut. Ini sudah dilakukan sebelum adanya peralatan canggih.

Hal ini memang terbukti, untuk nelayan yang akan melaut memilih untuk pergi memancing terlebih dahulu. Ini akan mengetahui besar ombak, sehingga nelayan bisa memutuskan akan melaut atau tidak. Jika laut terlalu tenang juga tidak akan bisa mendapatkan ikan banyak, namun memutuskan melaut dengan kondisi ombak pasang, akan membuat kapal rusak bahkan pecah di tengah laut.

Bahkan para nelayan yang bisa melakukan tradisi pelabuhan ratu bisa memperkirakan kapan ombak tinggi, biasanya ini terjadi pada bulan Juli. Apalagi untuk pesisir di pantai Selatan, ini terkenal dengan ombak yang benar dan ganas. Sehingga nelayan harus bisa memperkirakan dengan tepat, dimana bukan hanya menggunakan perhitungan musim saja.

Baca juga : Taman Nasional Gunung Rinjani Menutup Jalur Pendakian Akibat Gempa

Selain itu, memancing juga bisa memberikan kesempatan setiap nelayan untuk saling bercerita, bagaimana pengalaman di tengah laut. Apalagi jika harus berhadapan langsung dengan ombak besar dan ganas, ini tentu akan memberikan pengalaman dan tips untuk mengatasi ombak ganas, terlebih jika melaut di pantai Selatan Pulau Jawa.

Memancing juga membutuhkan beberapa peralatan, mulai dari kail dengan berbagai ukuran, senar dan menggunakan ikan ekor kuning sebagai umpan. Semua perlengkapan ini bisa didapatkan dengan mudah, namun tidak disarankan memancing terlalu jauh ke laut, pasalnya jika ombak tinggi datang tidak bisa menyelamatkan kapal.

Adat daerah pelabuhan ratu dengan memancing terlebih dahulu sebelum melaut memang memberikan banyak manfaat, selain bisa menentukan pasang surutnya ombak, ini juga memberikan persiapan saat melaut nantinya. Memang cara tradisional namun tidak pernah mengecewakan, ini bahkan di turunkan hingga generasi muda. Hasilnya juga tidak meleset dari perhitungan dengan peralatan canggih, sehingga tidak ada salahnya melestarikan budaya yang dapat melestarikan alam dan memelihara keseimbangannya.

Related Post

Inilah Alasan Mengapa Pidato Soeharto Tak Gunakan ... Masih soal Presiden RI ke-2, Soeharto. Soeharto sangat berhati-hati dalam mencari kata yang tepat untuk menyusun pidato pengunduran dirinya sebagai ...
Mohammed Bin Salman Akan Kudeta Ayahnya Jika Lakuk... Tahun lalu, kolumnis dari New York Times yaitu Thomas Friedman telah menulis, kalau Arab Saudi akan mengalami puncak kejayaan jika dipimpin oleh Moh...
Rahasia Cepat Langsing Setelah Melahirkan Ala Khlo... Wanita selalu mengalami ketakutan tersendiri setelah melahirkan yaitu, sulit mengembalikan bentuk tubuh dan menurunkan berat badan. Normal jika wanita...
Tenaga Honorer Berpeluang Besar Jadi Pegawai Neger... Para tenaga kerja honorer di Kementerian dan lembaga Pemerintah diberi perlakuan khusus untuk mendaftar CPNS 2018 yang berupa kesempatan untuk dapat...