Tuesday, June 2Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

PDIP Ingin Cetak Rekor Sebagai Partai Yang Menang Pemilu Beruntun

PDIP Ingin Cetak Rekor Sebagai Partai Yang Menang Pemilu Beruntun

Sekjen PDIP yaitu Hasto Kristiyanto meminta kepada seluruh kader partainya agar bisa memenangkan pileg dan juga pilpres secara bersama-sama. Hal ini sekaligus untuk mencetak suatu sejarah kemenangan pemilu dua kali secara berturut-turut, yaitu tahun 2014 dan juga 2019. Sebagai informasi saja, setelah era reformasi dan juga perubahan sistem pemilu belum ada satu partai politik pun yang mampu  memenangi pemilihan umum dua kali berturut-turut.

“Kita tidak boleh ragu-ragu lagi dalam hal ini. Ini memang adalah golden momentum untuk kita, kesempatan bagi kita untuk membuat sejarah kepartaian tahun 2019 nanti. Di mana setelah pada tahun 1999 partai politik di republik ini hanya mampu memenangkan satu kali pemilu saja” ujar Hasto dalam acara Safari Kebangsaan di Kabupaten Bekasi, pada hari Sabtu (17/11). Agar upaya mencetak rekor itu nanti bisa terwujud, Hasto pun menyarankan agar para kadernya tersebut supaya mengikuti gaya kampanye dari Capres Jokowi yang memang kerap blusukan ke berbagai daerah.

“Kini dengan dukungan dari rakyat, dengan kepercayaan dari seluruh masyarakat Indonesia, dengan bergerak kita ke bawah mengikuti tradisi blusukan yang dilakukan oleh Pak Jokowi, maka kita pastilah harus bertekad untuk menciptakan sejarah dan juga memenangkan Pemilu Legislatif dan juga Pemilu Presiden dua kali berturut-turut,” ujarnya.

Hasto pun juga menambahkan untuk kemenangan pileg dianggap memang dapat membantu kerja pemerintahan yang akan datang saat Presiden Jokowi terpilih kembali menjadi Presiden.¬† “Pemerintahan Pak Jokowi dan juga Ma’ruf Amin ke depannya, tidak hanya kuat karena akan mendapatkan dukungan dari legitimasi rakyat, tetapi juga kuat karena mendapatkan dukungan dari mayoritas yaitu dari kekuatan yang ada di DPR RI,” terangnya.

Permintaan supaya pendukung pemerintah akan menjadi dominan di DPR karena Hasto berkaca dengan hasil Pemilu 2014 yang lalu. Meski PDIP menang, namun DPR secara mayoritas masih dikuasai oleh oposisi. Kondisi ini pun membuat pemerintah butuh satu tahun untuk mengkonsolidasi parlemen ini. “Karena pada tahu 2014 yang lalu, Pak Jokowi dan Pak JK memerlukan satu tahun untuk melakukan konsolidasi politik pada pihak yang lain. Maka kita harus camkan untuk meneruskan kepemimpinan dari Pak Jokowi,” katanya.