Wednesday, November 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pasutri Di India Tewas Dirajam Hanya Karena Beda Kasta

Pasutri Di India Tewas Dirajam Hanya Karena Beda Kasta

Pasangan suami-istri di India tewas dirajam massa karena menikah beda kasta. Peristiwa ini terjadi ketika keduanya pulang kampung setelah kabur bertahun-tahun. Diberitakan AFP, peristiwa ini terjadi bulan lalu di negara bagian Karnataka namun baru muncul ke pemberitaan pekan ini. Korbannya adalah pasangan Ramesh, 29, dan Gangavva, 23, yang telah menikah selama empat tahun dan memiliki dua anak.

Sebelumnya penikahan mereka ditentang oleh keluarga karena Ramesh berasal dari kasta Dalit yang dianggap hina di India. Warga Dalit kerap mendapatkan diskriminasi dan jadi korban kekerasan di negara tersebut.

Karena tidak direstui, keduanya akhirnya kawin lari dan kabur ke kota lain. Media India NDTV menyebut, keduanya bekerja di Bangalore dan Shivamogga sebagai pekerja konstruksi. Mereka memutuskan untuk pulang kampung bulan lalu untuk mengunjungi keluarga. Kedatangan mereka diketahui warga desa yang langsung menghubungi kakak Gangavva.

“Kemudian dia mengumpulkan massa untuk menyerang pasangan itu dan membunuh mereka dengan batu,” kata Guru Shanth, polisi setempat kepada AFP. Para pelaku yang melakukan rajam kepada korban adalah keluarga sendiri. Termasuk yang ditangkap adalah kakak korban dan pamannya.

Ini bukan kali pertama peristiwa serupa terjadi di India. Pembunuhan atas nama kasta biasanya dilakukan anggota keluarga untuk menghukum kerabat mereka yang dianggap merusak keturunan. Menurut data PBB, dari 5.000 pembunuhan kasta di seluruh dunia setiap tahun, 1.000 di antaranya terjadi di India. Pada 2011, Mahkamah Agung India menetapkan hukuman mati bagi mereka yang melakukan pembunuhan tersebut.

Derita Dalit di India, Kasta yang Bayangannya Pun Dianggap Hina

Gadis kecil di desa Ganeshpura itu tidak mengerti apa kesalahannya sehingga dia dipukuli oleh orang-orang. Dia ketika itu hanya sedang mengambil air, tapi mengapa orang-orang dewasa itu marah?

Kasus yang terjadi pada 2015 ini mengejutkan warga di seluruh dunia, tapi tidak di distrik Chattarpur, negara bagian Madhya Pradesh, India. Gadis itu tidak berdosa, namun dia dianggap hina lantaran lahir dari orangtua Dalit, kasta paling rendah dari sistem Hindu di India.

Laporan kepolisian yang dikutip The Hindu mengatakan, gadis itu memicu kemarahan di desa tersebut karena hal yang luar biasa remeh. Ketika berjalan, bayangan gadis itu mengenai tubuh seorang anggota keluarga yang berkasta lebih tinggi. Gadis itu dipukuli, diancam bunuh jika terlihat di tempat itu lagi. Saking hinanya warga Dalit, bahkan bayangannya pun dianggap najis.