Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pasca Ditetapkan Presiden Terpilih, Jokowi Langsung Tancap Gas Bangun Indonesia

Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. (Foto: Dok Net)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Pilpres 2019.

Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPU, Minggu (30/06/2019) usai Mahkamah Konstitusi menolak permohonan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Menetapkan pasangan calon nomor urut 1, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dengan perolehan suara 85.607.362 atau 55,50 persen sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih 2019,” terang Komisioner KPU Evi Novida Ginting, Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, putusan ini berlaku mulai 30 Juni 2019. “Keputusan ini berlaku mulai 30 Juni 2019,” tegas Arief. Berdasarkan penghitungan suara yang dikumpulkan di 34 provinsi, Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 55,50 persen atau 85.607.362 suara.

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 44,50 persen atau 68.650.239 suara. KPU menyebut, jumlah suara sah nasional sebanyak 154.257.601. Pasca penetapan, Jokowi mengaku akan langsung tancap gas bekerja membangun Indonesia.

Kemudian Jokowi menuturkan bahwa Indonesia adalah negara besar, sehingga diperlukan kerja keras untuk sama-sama membangunnya. Karena itu, dengan berakhirnya pesta demokrasi ini, dia pun berharap agar seluruh masyarakat kembali bersatu.

“Negara ini memerlukan kerja keras kita semuanya tanpa kecuali. Besok kita langsung kerja,” kata Jokowi menegaskan, di Gedung KPU Jakarta Pusat, Minggu (30/06/2019).

Sedangkan, Ma’ruf Amin juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia, termasuk lawannya pada Pilpres 2019, Prabowo-Sandiaga Uno. Menurutnya, kemajuan bangsa akan tercapai dengan adanya keutuhan negeri.

“Karena sekarang sudah selesai, selain mensyukuri, kita mengajak membangun keutuhan negeri. Persatuan lagi, karena tidak mungkin membangun bangsa ini tanpa persatuan dan saling bantu membantu. Kita juga mengajak elemen bangsa terutama paslon 02, untuk bersama-sama bangun bangsa,” kata Ma’ruf Amin, Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Bahagia Bila Prabowo-Sandi Datang

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Foto: Dok Net)

Masih di tempat yang sama, Jokowi bersama Ma’ruf Amin mengaku merasa sangat bahagia apabila pasangan penantangnya pada Pilpres 2019 memenuhi undangan pelantikan nanti.

“Saya dan Pak Kiai Ma’ruf Amin akan sangat berbahagia apabila Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno datang dalam pelantikan yang akan datang,” ungkap Jokowi usai ditetapkan sebagai presiden terpilih periode 2019-2024.

Dalam, kata sambutannya, dia menyatakan, Indonesia sebagai negara yang besar tidak bisa dikelola hanya oleh sekelompok orang. Karena itu, dirinya mengajak Prabowo dan Sandiaga untuk bersama-sama memajukan Indonesia.

“Kami menyadari bahwa Indonesia merupakan negara besar. Indonesia tidak bisa dibangun hanya dengan satu orang, dua orang, atau sekelompok orang,” tutur Jokowi.

“Karena itu, saya mengajak Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini. Saya yakin Beliau berdua adalah patriot yang menginginkan negara kita makin kuat, makin maju, dan makin adil dan makmur,” jelasnya lagi melanjutkan.

Di kesempatan itu, Jokowi juga mengajak, kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi membahas perbedaan politik setelah KPU menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Jangan ada lagi 01, 02. Jangan sampai ada lagi antara tetangga tidak saling sapa, tidak saling omong, karena semua kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” imbau Jokowi.

Pertemuan Kedua Capres Penting Dilakukan

Wiranto. (Foto: Dok Net)

Di kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menilai pertemuan kedua capres (Jokowi dan Prabowo) penting dilakukan.

Alasannya, mereka berperan penting mengakhiri perbedaan politik yang terjadi selama proses Pilpres 2019.

“Pertemuan mereka untuk membicarakan masa depan Indonesia,” ujar Wiranto di Gedung KPU, Jakarta, Minggu.

Wiranto pun meminta, capres nomor urut 01 Jokowi dan capres nomor urut 02 Prabowo untuk segera bertemu dan membahas rekonsiliasi. Ia juga berharap penetapan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilakukan oleh KPU pada Minggu sore, bisa meredam gejolak politik yang ada.

“Kita harus bersyukur, mudah-mudahan ini awal yang baik bagi Indonesia,” beber Wiranto.

Persiapan Pelantikan Presiden

Tjahjo Kumolo. (Foto: Dok Net)

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menerangkan bahwa setelah KPU RI menetapkan pasangan calon terpilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI melalui rapat pleno terbuka, akan dilakukan persiapan untuk pelantikan pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

“Setelah ini akan disiapkan pelantikan pada tanggal 20 Oktober. Saya kira ini mekanisme yang konstitusional,” tegas Tjahjo di Gedung KPU RI, Jakarta.

Masih dari penjelasannya, secara konstitusional pelaksanaan Pileg dan Pilpres sudah berjalan sesuai dengan Undang-Undang dan tahapan juga sesuai dengan peraturan KPU yang dipersiapkan dengan detail oleh KPU.

Mewakili pemerintah, dia mengapresiasi KPU yang telah mempersiapkan hingga pelaksaan Pemilu berjalan baik di daerah-daerah.

“Apalagi, secara kualitas tingkat pelaksanaan lancar, partisipasi meningkat karena kuncinya adalah stabilitas yang diamankan oleh kepolisian, TNI, BIN, Sentra Gakkumdu jalan, Bawaslu, kejaksaan, dan partisipasi politik cukup tinggi,” pungkas Tjahjo.