Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pasangan Suami Istri Asal Malang Ini Mampu Melakukan Misi Mustahil Untuk Beribadah

Pasangan Suami Istri Asal Malang Ini Mampu Melakukan Misi Mustahil Untuk Beribadah

“Banyak jalan menuju Roma”, kata-kata ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita namun bagaimana perwujudannya pastilah banyak orang yang masih belum bisa melakukannya. Arti dari peribahasa tersebut adalah banyak cara untuk kita mencapai cita-cita yang kita inginkan. Namun sekarang ini banyak orang yang telah menyerah mencapai cita-citanya sebelum mencoba banyak cara dalam hidupnya.

Namun hal itu nampaknya sangat dimengerti oleh pasangan suami istri asal Malang ini. Pasangan Suami Istri ini berhasil mewujudkan mimpinya untuk melakukan ibadah umroh menggunakan sepeda, yap hanya dengan mengayuh sepeda dari Malang sampai Mekkah kedua pasangan sejoli ini mampu menunaikan salah satu ibadah yang sangat diinginkan oleh banyak umat muslim di seluruh dunia.

Dilansir dari salah satu portal berita, adalah Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah yang berhasil melakukan hal ini. Sang suai berhasil meyakinkan sang istri untuk melakukan aksi ini karena keduanya kebetulan hobi traveling. Lalu sang suami mengirimkan desain sepeda yang akan digunakan kepada salah satu pabrik sepeda. Langkah keduanya menjalani ibadah ini juga didukung oleh LSM dan masyarakat. Bagi keduanya, perjalanan umroh menggunakan sepeda tidak hanya sekedar wisata rohani semata namun banyak makna dan pesan yang hadir dalam setiap kayuhan sepeda keduanya.

Perjalanan sepasang suami istri ini dimula dari Malang menuju Jakarta setelah itu keduanya meneruskan perjalanan sampai akhirnya menyeberang ke Malaysia, Thailand, Myanmar dan India. Bahkan untuk menghindari konflik dari negara-negara Timur Tengah yang tengah bertikai, Hakam memutar rute lewat Yordania sebelum sampai ke India. Setelah itu keduanya melanjutkan perjalanan ke Mesir setelah itu akhirnya mampu sampai ke Arab Saudi yang menjadi tujuannya.

Keduanya selama perjalanan mengaku menggunakan tenda untuk bermalam dan memasak masakan sendiri serta menggunakan penyaring air untuk minum. Tidak jarang pula mereka mendapatkan bantuan dari para penduduk lokal selama perjalanan. Menurut Hakam, sepeda mengajarkan orang bagaimana menavigasi pasang surut kehidupan, saat naik ke atas kita perlu bekerja lebih keras dan saat turun kita harus menjaga kendali. Filosofi ini tentunya sangat tepat diterapkan dalam mejalani kehidupan.

Keberhasilan keduanya mencapai Mekkah dengan bersepeda tentu menjadi sebuah prestasi tersendiri. Dan peristiwa bersejarah ini tentunya akan membuktikan kepada mereka dan semua orang di dunia terkait cita-cita yang sulit pasti bisa diraih dengan usaha da tekad yang kuat.