Monday, October 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Para Jomblo Kecewa Berat Karena Tsamara Amany Sudah Resmi Tunangan

Para Jomblo Kecewa Berat Karena Tsamara Amany Sudah Resmi Tunangan

Ketua DPP PSI Tsamara Amany resmi bertunangan dengan dosen New York University, Profesor Ismail Fajrie Alatas, Minggu (7/7) di Jakarta. Staf pribadi Tsamara, Shabryna Adellya, membenarkan hal tersebut. “Iya benar (tunangan). Tadi siang, jam 13.00 WIB,” kata Shabryna kepada kumparan, Minggu (7/7).

Pertunangan Tsamara ini terbilang cukup unik. Pasalnya, seserahan utama yang diberikan oleh Aji –panggilan Ismail Fajrie– adalah risalah sidang BPUPKI. “Ini tunangan, bukan nikah. Nah, seserahan utamanya risalah sidang BPUPKI,” ucapnya.

Menurut Shabryna, Aji sengaja memberikan seserahan tersebut untuk mendukung profesi Tsamara sebagai politikus muda. Sebab, sebagai seorang politikus, Tsamara dinilai harus semakin sering membaca dasar berdirinya Republik Indonesia.

“Menurut Prof Aji, sebagai politikus muda Tsamara harus semakin sering membaca dasar berdirinya republik ini. Terutama perdebatan dalam sidang BPUPKI,” jelas Shabryna. Aji merupakan profesor di New York University dengan spesifikasi studi Timur Tengah dan kajian Islam.

Saat ini, di samping mengurus partai, Tsamara juga akan disibukkan dengan kesiapannya mengurus pernikahan. Shabryna mengungkapkan, rencananya dua sejoli ini akan segera meresmikan hubungannya di akhir 2019.

“Insyaallah akhir tahun. Mohon doa restunya,” pungkasnya. Tsamara menjelaskan seserahan itu memiliki dua makna. Salah satunya adalah bahwa Aji mendukung penuh profesi Tsamara sebagai politikus muda.

“Menurut Prof Aji ada dua makna. Pertama dia ingin menegaskan bahwa dia mendukung profesiku sebagai politisi muda. Kedua, dia ingin aku terus membaca apalagi sejarah bangsa ini. Risalah sidang BPUPKI penting untuk dipahami secara mendalam, utamanya perdebatan tokoh bangsa kala itu,” kata Tsamara kepada wartawan, Senin (8/7/2019).

Tsamara mengatakan Aji selama ini selalu mendukung kiprahnya di politik. Bahkan, Aji terus mendorong Tsamara untuk menjadi politikus yang intelek. Karena itu, kata Tsamara, Aji selalu memintanya untuk belajar dan membaca.

“Dia sangat supportive. Justru dia sangat mendukung karir saya di politik. Dia berharap saya menjadi politikus yang berkelas, politikus yang intelek. Makanya dia selalu menyuruh saya untuk terus belajar, untuk terus membaca banyak buku, termasuk buku karya dia,” tuturnya.

Tak hanya itu, Tsamara mengatakan Aji juga mendorongnya untuk kembali bersekolah. Karena itu, Tsamara mengaku akan kembali bersekolah dan tetap akan berkiprah di politik. “Dia juga mendorong saya untuk sekolah. Dan saya akan sekolah lagi nanti,” kata Tsamara. Tsamara menggelar pertunangannya kemarin, Minggu (7/7). Rencananya pernikahan akan digelar pada November 2019. “InsyaAllah akhir tahun. November kemungkinan,” pungkas dia.