Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pangeran Saudi Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Khashoggi

Pangeran Arab Saudi Akhirnya Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi tahun lalu. “Itu terjadi di bawah pengawasan saya, saya bertanggung jawab penuh, karena itu terjadi di bawah pengawasan saya,” sebut MbS seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (26/9).

Pengakuan tersebut disampaikan saat diwawancarai oleh media PBS dalam sebuah dokumenter yang akan dirilis pekan depan, untuk memperingati satu tahun kematian Khashoggi. Meski demikian, MbS menyatakan dirinya tidak menyadari bahwa Khashoggi telah terbunuh. MbS malah melempar kesalahan pada eksekutor yang menghabisi nyawa kolumnis Washington Post tersebut.

“Kami memiliki 20 juta warga, dan kementerian yang menuruti perintah-perintah, mereka yang bertanggung jawab karena mereka memiliki wewenang untuk melakukan (eksekusi) itu,” tutur MbS. Khashoggi adalah jurnalis dan mantan pejabat Saudi. Dia diasingkan di AS karena mengkritik MbS.

Oktober 2018, MbS dihabisi di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Diduga Khashoggi dibunuh dengan sadis, jasadnya lalu dimutilasi. CIA dan beberapa pemerintahan negara Barat menuduh MbS bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

Tuduhan itu direspons keras oleh Saudi. Pemerintah negara kaya minyak itu membantah keterlibatan MbS. Mereka berdalih Khashoggi dibunuh dalam sebuah operasi oleh beberapa pejabat Saudi tanpa sepengetahuan MbS.

Arab Saudi menjual gedung konsulatnya di Istanbul. Bangunan itu merupakan tempat jurnalis pengkritik Pangeran Mohamed bin Salman (MbS) dibunuh pada 2018 lalu. Saluran televisi Turki Habeturk Tv menyebut, bangunan yang di wilayah mewah Levent sudah dijual sebulan lebih lalu. Pembeli bangunan konsulat dirahasiakan.

“Bangunan konsulat baru sudah dibeli di distrik Sariyer, tempat itu juga lokasi Konsulat AS berada,” sebut laporan Habetruk, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (18/9). Habetruk menjelaskan, saat ini Saudi tinggal menunggu persetujuan Kemlu Turki untuk memastikan penjualan gedung itu.

Terkait penjualan gedung, Kemlu Turki mengatakan mereka tidak memiliki informasi soal penjualan gedung tempat Khashoggi terbunuh. Khashoggi kehilangan nyawa tahun lalu. Ia dibunuh saat mengurus surat pernikahannya. Hingga kini jasad Khashoggi tidak pernah ditemukan. Diduga jasad kontributor Washington Post diredam cairan asam.

MbS dituduh sebagai otak di belakang terbunuhnya Khashoggi. Tuduhan tersebut dibantah otoritas Saudi, mereka menyatakan beberapa pejabat pemerintahannya yang melakukan pembunuhan tanpa sepengetahuan MbS.