Friday, January 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Pakar Otomotif Ini Bingung Karena Esemka Tidak Punya Website Resmi

Pakar Otomotif Ini Bingung Karena Esemka Tidak Punya Website Resmi

Mobil Esemka yang akan diluncurkan pada Oktober 2018 ini menjadi bahan perbincangan dan menuai perhatian dari pemerhati otomotif. “Di bulan Oktober rencana akan diluncurkan Mobil Nasional yang kita ketahui bernama Esemka, dimana dulu pernah dirintis oleh Jokowi. Rencananya akan diproduksi secara besar-besaran,” ujar Ma’ruf Amin, cawapres nomor urut 01 saat mengumumkan kabar mengenai peluncuran mobil Esemka.

Pakar otomotif Ridwan Hanif pun berbicara mengenai keganjilan-keganjilan terkait peluncuran mobil Esemka. Ridwan Hanif pun memberikan penjelasan mengenai proses bagaimana sebuah mobil diproduksi hingga kemudian siap dipasarkan. Berdasarkan berita sebelumnya, dikabarkan ada 8 jenis Mobil Esemka yang akan diluncurkan, menurut kepal Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).

Kepada kompas.com, sudah ada 8 unit Mobil Esemka yang sudah lulus uji Vehicle Type Approval (VTA) online. Namun berdasarkan data yang diberikan, dari 8 unit tersebut tidak semuanya mendapat Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Direktorat Sarana Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada 2018.

SUT ini diperlukan agar mobil-mobil ini bisa diproduksi secara massal. Dari ke 8 jenis Mobil Esemka ini beberapa diantaranya sudah diluluskan pada tahun 2016 lalu. Ridwan Hanif mengakui kalau melihat foto-foto Mobil Esemka memang terlihat bagus. Akan tetapi, terlalu cepatnya Mobil Esemka ini menuai perhatian Ridwan Hanif.

Menurutnya untuk satu mobil pabrikan Jepang saja butuh waktu sekira 7 hingga 8 tahun. “Biasanya mobil dirancang dari nol sampai jadi itu 7 hingga 8 tahun,” tutur Ridwan Hanif seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari laman Youtube Talkshow TVOne, Selasa (23/10/2018). Jika mobil tersebut benar diluncurkan pada tahun 2018, maka risetnya tentu sudah berlangsung jauh-jauh hari.

“Kalau mobil meluncur di tahun 2018, maka risetnya itu sudah dari lama banget dari 5 tahun lalu atau 7 tahun lalu,” tambahnya. Ridwan Hanif lantas menyebutkan untuk membuat satu buah mobil, perlu adanya riset. Tak hanya itu, masing-masing komponen mobil akan diproduksi berbeda-beda. “Proses risetnya, proses pemilihan kontraktornya, karena mobil itu tidak dibuat satu pabrik doang, yang buat spionnya siapa, yang buat kursinya siapa, tidak mungkin satu pabrik doang,” tuturnya.

Bahkan menurut Ridwan Hanif, ada banyak pihak yang terlibat di industri otomotif. Ridwan Hanif pun membeberkan mengenai pengalaman temannya ketika memproduksi mobil. “Saya punya yang punya teman yang punya pabrik buat spion untuk sebuah mobil. Saya pikir spion utuh, tapi ternyata beda. kacanya yang bikin pabrik lain, kaca yang bisa gerak-gerak itu juga dibikin pabrik lain,” tuturnya.

Proses yang disebutkan Ridwan Hanif mengenai masalah tersebut tentu membutuhkan waktu yang lama. Ridwan Hanif lantas menceritakan ada salah satu pabrik yang bisa mempercepat proses pembuatan hingga peluncuran mobil. “Pabrik itu luasnya 60 hektar, 30 hektarnya untuk pabrik utama, dan 30 hektar lainnya untuk supplier atau pemasok. Jadi biar prosesnya cepat, pemasok itu dikasih tempat sendiri. Pemasok ini akan memasok kebutuhan-kebutuhan barang utama untuk membuat mobil,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ridwan Hanif pun mengungkapkan keganjilannya lagi. Pasalnya dari alamat pabrik, susunan mulai dari direktur ini tak bisa terlacak. “Ini kan pabrik, harusnya ada public relationnya, tapi websitenya tidak ada. Direkturnya pun tidak tahu, kita mau cari narasumber pun agak bingung,” tutur Ridwan Bahkan Ridwan Hanif sudah pernah mencoba mencari tahu, tapi tetap tidak menemukannya.

“Makanya bingung kok bisa masuk BPLI?” tanya Ridwan Hanif heran. Ia pun meminta kepada pihak Esemka untuk menunjukkan dirinya. “Saya harap pihak Esemka ini nonton ini, lalu nanti diklarifikasi,” tutur Ridwan Hanif. Pasalnya kabar ini mencuat justru dari pernyataan kementerian perhubungan RI. “Ini saya direkturnya, ini saya PR -nya, jika nanti ada pertanyaan soal Esemka tahu koridornya kemana,” tambahnya.

Justru yang harus memberikan pernyataan ini adalah pihak Esemka sendiri, bukan kementerian perhubungan, presiden, dan juga para politisi. Ridwan Hanif pun ditanya mengenai keoptimisan bahwa Mobil Esemka memungkinkan akan diproduksi besar-besaran “Kalau misalkan Esemka ini sudah riset lama, sudah dideklarasikan, itu memang mungkin-mungkin saja,” tuturnya.

Ridwan Hanif juga bahkan menyebutkan bahwa bisa saja ada kemungkinan lain. Kemungkinan tersebut adalah mengganti merek dari mobil buatan negara lain. “Mobil yang sudah ada kita re-batch, ganti batch jadi Esemka, entah merek apa dari luar, kita re-batch itu cepat, tapi itu mungkin sekali lagi, ” tuturnya memberikan kemungkinan lain.

Akan tetapi, ia tak bisa memberikan jawaban pasti, karena yang berhak memberikan pernyataan tersebut adalah pihak Esemka sendiri. “Kita tidak bisa asal ngomong, kita harus ada orang dari sananya (pihak Esemka) yang ngomong langsung,” lanjutnya. Wartawan lapangan TVOne juga sempat mengunjungi pabrik pembuatan mobil Esemka, yakni PT Adhi Perkasa Citra Esemka Hiro

Akan tetapi ketika akan masuk ke dalam halaman dalam pabrik, petugas justru melarang. Menurut pantauan wartawan tersebut, dari depan sela-sela pagar pabrik, tidak ada kegiatan industri otomotif. Bahkan kendaraan truk lalu lalang bawa bahan material pun tidak nampak. Tak hanya itu, tidak ada aktivitas karyawan yang melakukan pembuatan mobil.

Related Post

Forbidden City Kini Mulai Membatasi Jumlah Kunjung... Forbidden City atau kota terlarang memang destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Beijing, China. Ini merupakan tempat berseja...
Tanggapan Beberapa Tokoh Atas Ocehan Amien Rais Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul turut menyindir sikap Amien Rais setelah diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait kasus R...
10 Atlet Wanita Terseksi Mereka tidak hanya memukau dengan prestasinya, tapi juga memukau karena kecantikan wajah dan keindahan tubuhnya. Karena itu, jika ada laki-laki yang b...
Ratu Inggris Ungkapkan Hal Ini Pada Australia Ratu Elizabeth II, sedang menunggu lonceng kematiannya. Sebelum wafat, dia mempersilakan Australia jika ingin melepaskan diri dari Kerajaan Inggris ...