Friday, August 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Organisasi Ini Bilang Jarak Manusia Dengan Kiamat Tinggal Dua Menit Lagi

Organisasi Ini Bilang Jarak Manusia Dengan Kiamat Tinggal Dua Menit Lagi

Diwartakan oleh Kumparan.com, untuk dua tahun berturut-turut, Jam Kiamat atau Doomsday Clock menunjukkan waktu dua menit menuju tengah malam. Jam itu merupakan sebuah jam yang menjadi simbol jarak menuju kiamat akibat perbuatan manusia.

Dua ancaman langsung terhadap keberadaan umat manusia, yaitu perang nuklir dan perubahan iklim, semakin memburuk tahun lalu. Hal ini, menurut mereka, disebabkan oleh meningkatnya penggunaan perang informasi untuk mengganggu demokrasi di dunia.

Para peneliti BAS secara khusus menyoroti Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pasalnya sejak terpilih pada 2016 lalu, Jam Kiamat semakin mendekat ke tengah malam tiap tahunnya. Salah satunya adalah karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara akibat program nuklir.

Jam Kiamat

Terakhir kali Jam Kiamat begitu dekat dengan tengah malam adalah saat terjadi percobaan bom hidrogen oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1953, yang memulai era lomba senjata nuklir. Selain itu para peneliti menjelaskan bahwa terjadi peningkatan emisi karbon dioksida selama dua tahun terakhir yang mendorong jam semakin dekat dengan tengah malam. Bagaimana tanggapan kalian tentang hal tersebut guys?

Jam Kiamat menunjukan Bumi hanya punya sisa waktu dua menit sebelum kehancuran. Jam Kiamat ini merupakan simbol yang telah dikelola oleh ilmuan di organisasi The Bulletin of the Atomic Scientist di University of Chicago, Amerika Serikat, sejak 1947.

Kiamat dilambangkan sebagai tengah malam, dimana kedua jarum jam menunjuk angka 12. Pada Kamis (24/1) lalu para ilmuan telah mengadakan konferensi internasional tahunan di Washington DC yang mengumumkan Jam Kiamat tahun ini menunjukan sisa waktu 2 menit sebelum tengah malam, atau pukul 23.58.

doomsday clock

Sisa waktu yang sedikit menuju kiamat ini diakibatkan kondisi bumi yang dianggap kritis akibat perang nuklir dan perubahan iklim. Jam Kiamat juga menunjukan waktu yang sama pada Januari 2018 lalu. Ini menunjukan belum ada perubahan yang berarti atas kondisi bumi sejak tahun lalu.

“Ancaman besar yaitu senjata nuklir dan perubahan iklim meningkat setahun kebelakang. Resiko dari ancaman ini bisa membuat peradaban di masa depan dalam bahaya serius.” ujar perwakilan pengelola Jam Kiamat.

Para ilmuan menghimbau seluruh pemimpin dunia untuk lebih berusaha mencegah bencana di masa depan. Bukan hanya bencana alam, bencana sosial seperti terorisme dan runtuhnya demokrasi juga bisa menentukan maju atau mundurnya jam kiamat mendekati tengah malam.

“Situasi keamanan dunia bisa ditingkatkan jika para pemimpin membuat perubahan dan masyarakat juga menginginkannya. Ini hanya dua menit menuju tengah malam, tapi bukan berarti Jam Kiamat tidak bisa mundur menjauh dari kehancuran. Itu sudah pernah dilakukan di masa lalu, karena para pemimpin bijak bertindak.” tambahnya.

Jam Kiamat merupakan simbol yang dikelola para ilmuan untuk mengevaluasi keadaan bumi. Para ilmuan mengadakan pertemuan dua kali setahun untuk membahas isu dan masalah dunia serta mencari solusi untuk mencegah terjadinya kehancuran sungguhan.