Thursday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Orang Ini Laporkan Prabowo Dan Fadli Zon Ke Bareskrim

Orang Ini Laporkan Prabowo Dan Fadli Zon Ke Bareskrim

Farhat Abbas yang tergabung dalam Kopi Pojok atau Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi melaporkan 17 nama politikus nasional ke Bareskrim Polri dan diantaranya ada nama Prabowo dan juga Fadli Zon. Ia melaporkan bahwa para politikus itu terkait dugaan ujaran kebencian mengenai kasus Ratna Sarumpaet. Selain Prabowo dan Fadli Zon ada juga nama Rachel Maryam dalam laporan itu.

Kami telah melaporkan 17 nama yang berisikan tokoh nasionalĀ  dan calon presiden ujar Farhat Abbas di Bareskrim Polri pada hari rabu yang lalu. Laporan itu pun diterima Bareskrim dengan nomor polisi LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM. Para terlapor dianggap telah menyebarkan berita bohong yang merugikan pasangan Capres dan Cawapres dari kubu lain. Farhat menganggap, para politikus beramai-ramai mempergunakan berita Ratna untuk menjatuhkan Jokowi.

Yang dilaporkan berkaitan dengan konspirasi dan pemufakatan jahat untuk menjatuhkan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1. Farhat menilai Prabowo tidak teliti dan mempelajari dahulu laporan Ratna yang menyatakan bahwa ia telah dianiaya oleh beberapa orang. Malah Prabowo dan Amien Rais melakukan konpres untuk menggiring opini kasus Ratna adalah kasus pelanggaran HAM. Sementara Fadli Zon berujar bahwa ini ada kaitannya dengan politik dan menuduh adanya rezim diktator. Di sisi lain, Farhat juga menyayangkan sikap Sandiaga Uno yang menyatakan bahwa Ratna ketakutan dan trauma karena peristiwa itu.

Karena hal itu FarhatĀ  Abbas meminta polisi untuk menjadikan ke tujuh belas orang tersebut sebagai tersangka sebab Ratna telah mengakui kebohongan yang ia lakukan. Nama-nama politikus yang dilaporkan adalah Prabowo, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli, Ratna Sarumpaet, Nanik Deang, Ferdinand, Hutahean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman dan Hanum Rais.

Farhat Abbas juga menyatakan bahwa ia membawa bukti rekama Prabowo dengan Sandiaga Uno, Twitter Fadli Zon dan Rachel Maryam. Para terlapor dilaporkan atas dugaan pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian alias hate speech dan penyebaran berita bohong atau hoaks. Hal ini tercantum dalam Undang Undang 19 tahun 2016 dan Undang Undang nomor 1 tahun 1946. Semoga para elite politik bisa lebih bijak lagi dalam menanggapi suatu hal jangan asal bicara seperti para anak alay di sosial media.