Thursday, December 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ocehan-ocehan Tidak Jelas Si Bikin Jijik Yang Selalu Merasa Diasingkan

Ocehan-ocehan Tidak Jelas Si Bikin Jijik Yang Selalu Merasa Diasingkan

Rizieq Syihab menyampaikan sambutan dalam Reuni 212. Dalam kesempatan ini, Rizieq menjelaskan soal pencekalan yang dialaminya. Rizieq menjawab pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD soal tidak melaporkan pencekalan itu ke pemerintah. Rizieq lalu menjelaskan pemeriksaan yang telah dijalaninya di Makkah, Arab Saudi.

“Pada saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi, saya beri tahukan adalah pihak otoritas RI,” kata Rizieq di dalam video yang diputar dalam Reuni 212, Senin (2/12).

“Bahwa Dubes RI yang berkedudukan di Riyadh mengirim seorang utusan resmi yaitu ketua BIN di KBRI Riyadh. Jadi Pak Dubes mengirim utusan ke rumah saya untuk meminta keterangan bahkan meminta berkas keimigrasian dalam bentuk foto copy, paspor, visa dan sudah saya berikan,” jelas dia.

Di sela pemeriksaan, Rizieq bahkan sempat berbicara dengan Duta Besar RI di Arab Saudi melalui ponsel petugas yang diutus untuk menemuinya. “Saat itu Pak Dubes mengingatkan saya untuk memberikan keterangan kepada petugas yang dikirim,” tambah dia.

Habib Rizieq menilai, apa yang telah dilakukan dan proses yang telah terjadi merupakan bagian dari laporan. Karena itu, dia heran ketika pejabat di RI meminta dia melaporkan kembali. “Apakah ini bukan laporan namanya?” ujar dia.

“Lebih terkejut lagi, hal ini juga disampaikan pemerintah pusat dari Kementerian Luar Negeri sampai Menkopolhukam,” imbuh dia. Karena itu, Habib Rizieq meminta masyarakat mempertanyakan pencekalannya langsung kepada pemerintah Indonesia. Sebab, pencekalan ini merupakan permintaan dari pemerintah RI.

“Siapa pun ditanya kapan pengasingan ini berakhir kapan cekal ini dihentikan jangan tanya ke saya, FPI, GNPF Ulama, PA 212, ke pemerintah Saudi, tapi tanya ke pemerintah pusat yang menggelar sinteron pengasingan kemasan pencekalan,” ucap dia.

Rizieq Pidato di Reuni 212 Sebut Dirinya Dicekal dan Diasingkan

Reuni 212 kembali digelar di Monas, Jakarta. Dalam kesempatan ini, Rizieq Syihab menyampaikan sambutan melalui video. Dalam kesempatan itu, Rizieq menyampaikan soal pencekalan terhadap dirinya. Dia menegaskan, dirinya belum bisa pulang ke Indonesia karena masih ada pencekalan dari pemerintah Arab Saudi.

“Saya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta reuni akbar yang sampai saat ini saya belum bisa hadir bersama karena saya masih dicekal oleh pemerintah Saudi dengan alasan keamanan atas permintaan dari pemerintah Indonesia. Karena itu, akhiri segala kebohongan di tengah kehidupan berbangsa,” kata Rizieq dalam video yang diputar saat Reuni 212, Senin (2/12).

Rizieq menjelaskan dirinya berpegang pada pernyataan mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia syeikh Osama bin Mohammed Abdullah Al-Suabi. Saat itu, Syeikh Osama bersedia mengembalikan Rizieq ke Indonesia tinggal menunggu sikap pemerintah Indonesia.

Baca juga :

 

Selain itu, Habib Rizieq juga berpegang pada pernyataan Duta Besar Arab Saudi saat ini Esam A Abid Althagafi. Esam di kantor Menkopolhukam menyatakan pemerintah RI dan Saudi tengah bernegosiasi terkait pemulangan Rizieq.

“Dua pernyataan duta besar itu sudah lebih dari pembuktian kesaksian kenapa karena pengakuan pejabat tinggi Saudi itu sudah cukup menjadi bukti bahwa pencekalan terjadi terhadap saya tak lain pengasingan yang dilakukan rezim penguasa saat ini,” tutur dia. “Sekali lagi setop kebohongan, setop dusta tidak perlu lagi melakukan pembohongan publik,” ujar dia.

Untuk itu, Habib Rizieq meminta warga tak menanyakan pencekalan terhadap dirinya kepada FPI atau PA 212. Tapi tanyakan kepada pemerintah. “Kesimpulannya, kenapa saya masih dicekal maka jangan ditanya ke FPI bahkan jangan tanya ke Saudi, tapi tanyakan ke pemerintah Indonesia yang sudah membuat pesanan, pencekalan, bahkan pengasingan dalam kemasan pencekalan,” ucap dia.