Thursday, September 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Negara-negara Ini Bangkrut Karena Tak Mampu Bayar Hutang

Negara-negara Ini Bangkrut Karena Tak Mampu Bayar Hutang

Berbicara hutang negara kita. Banyak yang bilang kalau hutang Indonesia itu sudah gawat, bahaya, serta darurat. Padahal, Pemerintah mengatakan kalau hutang negara masih aman. Pemerintah beralasan hutang negara yang tembus Rp 5.000 triliun diakibatkan oleh menguatnya mata uang dolar masih berada di batas yang aman. Rasio hutang Indonesia sendiri berada di sekitaran angka 30 persen. Sementara batas maksimal rasio yang ditetapkan sebesar 60 persen. Walaupun begitu, namanya hutang mesti diperhatikan betul-betul. Soalnya kalau gagal bayar, dampaknya mengerikan.

Seperti negara-negara berikut ini yang memiliki hutang, tapi tidak sanggup melunasinya. Sampai-sampai karena tak terbayar, negara-negara ini dilabeli negara bangkrut. Ingin tahu negara mana aja yang bangkrut karena hutang? Ini daftarnya.

Argentina

Di tahun 2001, Argentina dinyatakan bangkrut karena gagal bayar hutang negara sebesar US$ 100 miliar. Semua berawal dari kebijakan Pemerintah Argentina yang mematok US$ 1 sama dengan 1 peso Argentina. Krisis yang terjadi tahun 1998 ternyata turut memberi dampak negatif ke perekonomian Argentina. Hutang negara dalam bentuk obligasi pun tidak terbayar karena mata uang peso Argentina melemah terhadap dolar. Kondisi ini diperparah karena korupsi yang terjadi. Argentina akhirnya dinyatakan bangkrut dan mau tidak mau menerima bantuan dari IMF. Rupanya kegagalan bayar hutang ini tidak sekali ini saja karena di tahun 2014, Argentina kembali dinyatakan bangkrut.

Moldova

Januari 2001, Moldova kewalahan melunasi hutang negara yang telah mencapai US$ 145 juta. Negara miskin ini dinyatakan gagal bayar hutang pada tahun 2002. Untuk mengatasi situasi tersebut, Moldova mau tidak mau harus merestrukturisasi hutang negara. Bisa dibilang dengan restrukturisasi hutang, Moldova perlahan-lahan mampu memperbaiki ekonominya dan pembayaran hutang pun bisa terus berjalan.

Uruguay

Krisis yang terjadi di Argentina juga memberikan dampak buruk bagi perekonomian Uruguay. Negara ini juga tidak bisa membayar hutang negara yang telah mencapai US$ 5,7 miliar. Hutang negara berasal dari obligasi dan apesnya Uruguay tidak bisa membayarnya saat sudah jatuh tempo di tahun 2003 dan 2004. Seketika negara Amerika Latin ini dinyatakan bangkrut dan krisis pun melanda seluruh negeri.

Republik Dominika

Menanggung utang sebesar US$ 1,62 miliar ternyata membawa keterpurukan pada ekonomi Republik Dominika. Negara tidak sanggup memenuhi kewajibannya untuk membayar hutang. Republik Dominika pada akhirnya mengambil kebijakan restrukturisasi hutang agar terlepas dari krisis dengan memperpanjang tenor pembayaran hutang selama lima tahun.

Belize

Pelemahan mata uang membawa dampak buruk buat Belize. Hutang negara mencapai US$ 242 juta gagal dibayarkan. Kebijakan restrukturisasi hutang pun diambil agar bisa menyelamatkan perekonomian negara. Dengan begitu, Belize mendapat keringanan dalam pembayaran utang.

Ekuador

Wajib melunasi hutang yang sudah mencapai US$ 3,2 miliar, Ekuador justru menolak memenuhi kewajibannya. Hal ini disampaikan Presiden Rafael Correa pada Desember 2008. Ia menyebut sebagian besar hutang negara yang mesti dibayarkan sebagai hutang yang tidak sah. Ia juga mengatakan bahwa hutang Ekuador kepada hedge fund sebagai hutang yang tidak bermoral.

Yunani

Krisis yang terjadi di Yunani paling menyedot perhatian. Karena negara yang menjadi bagian dari Uni Eropa ini menanggung banyak hutang. Jumlahnya pun tidak main-main, yaitu sekitar 1,6 miliar euro. Di tahun 2015 kemarin, negara ini dinyatakan gagal membayar hutang yang sangat besar itu. Untuk mengatasi krisis dalam negeri dan membayar cicilan hutang, Yunani terpaksa memenuhi syarat IMF dan Eropa agar melakukan penghematan. Setelah 8 tahun berhemat, akhirnya perlahan-lahan Yunani bisa bangkit dan membayar utangnya.

Venezuela

Sudah jatuh tertimpa tangga. Perumpamaan itulah yang bisa menggambarkan kondisi dari Venezuela. Negara dilanda krisis berkepanjangan akibat jatuhnya harga minyak ternyata juga dibelit hutang yang besar nilainya mencapai US$ 65 miliar. Venezuela pun dinyatakan gagal membayar utang negara. Menghadapi situasi ini Venezuela mengambil kebijakan restrukturisasi utang. Diperkirakan inflasi adalah penyebab krisis negara ini dan akan mencapai 1 juta persen akhir tahun 2018.