Sunday, June 16Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Negara Ini Sudah Tak Mau Lagi Rekrut Karyawan Yang Merokok

Negara Ini Sudah Tak Mau Lagi Rekrut Karyawan Yang Merokok

Tidak hanya perusahaan, kampus di Jepang juga menerapkan hal yang sama. Salah satunya adalah Nagasaki University yang menolak menerima staf perokok demi melindungi mahasiswa dari menjadi perokok pasif.⠀⠀

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mendukung praktik ini. Menurut mereka, tindakan perusahaan tersebut tidak bertentangan dengan larangan diskriminasi gender dan disabilitas dalam perekrutan karyawan. Puluhan perusahaan di Jepang sepakat untuk menolak merekrut karyawan perokok. Hal ini dilakukan untuk mendukung program kesehatan dan produktivitas di lingkungan kerja.

Diberitakan Washington Post, hal ini disepakati konsorsium perusahaan Jepang dalam konferensi bulan lalu di Tokyo. Lebih dari 20 perusahaan sepakat untuk meningkatkan kesehatan karyawan, menutup paparan asap terhadap perokok pasif, dan meningkatan produktivitas dengan mengurangi “istirahat merokok”.

Salah satu perusahaan yang akan menolak merekrut karyawan perokok mulai tahun 2020 adalah asuransi jiwa Sompo Japan Nipponkoa Himawari. Tidak hanya itu, Sompo juga akan mewajibkan para karyawan meneken perjanjian untuk tidak merokok selama jam kerja. “Memerangi rokok sama seperti strategi jika perusahaan ingin mengubah dirinya,” kata Yasuhiro Oba, presiden Sompo.

Perusahaan lainnya yang menolak menerima karyawan perokok tahun depan adalah Hoshino Resorts Inc. Perusahaan ini akan membuat karyawan baru menandatangani komitmen untuk tidak merokok jika ingin direkrut.

Hal yang sama akan dilakukan perusahaan Rohto Pharmaceutical Co. Bahkan perusahaan ini akan memberikan voucher makan di kantin dan penghargaan lainnya jika ada karyawan yang sukses berhenti merokok.

Tidak hanya perusahaan, kampus di Jepang juga menerapkan hal yang sama. Salah satunya adalah Nagasaki University yang menolak menerima staf perokok demi melindungi mahasiswa dari menjadi perokok pasif.

Perusahaan farmasi Pfizer Japan Inc. sempat ragu menerapkan larangan tersebut dan berkonsultasi dengan pengacara. Hasilnya, tidak merekrut karyawan perokok justru selaras dengan aktivitas bisnis Pfizer.

Akhirnya mulai April lalu, Pfizer menolak mempekerjakan karyawan tingkat menengah yang merokok. Tahun 2020, Pfizer tidak akan merekrut lulusan baru yang merokok. Perusahaan ini juga tidak akan memperpanjang kontrak karyawan yang masih merokok.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mendukung praktik ini. Menurut mereka, tindakan perusahaan tersebut tidak bertentangan dengan larangan diskriminasi gender dan disabilitas dalam perekrutan karyawan.