Monday, August 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Misi Ke ISS Kembali Dikirimkan NASA Setelah Penundaan 7 Tahun

Misi ke ISS akhirnya kembali menjadi prioritas NASA setelah mengalami penundaan hingga 7 tahun, dimana Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) akhirnya membuka kembali rencana untuk mengirimkan sembilan astronot untuk mengudara ke Stasiun Luar Angkasa International (ISS). Ini memang bukan hal mudah, pasalnya membutuhkan persiapan yang sangat panjang.

Dimana pengiriman astronot terakhir terjadi pada 2011, ini dengan misi menjelajah antariksa. Setelah itu, NASA memberikan ekspedisi untuk mengirimkan kargo dan astronaut pada pihak swasta, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Sudah jelas, ini akan jadi gebrakan baru dan membutuhkan banyak penyesuaian kembali.

Sembilan astronot yang mendapatkan kehormatan untuk keluar angkasa dengan menggunakan pesawat CST-100 Starliner yang dibuat oleh Boeing, ternyata bukan hanya para pria namun terselip ada dua wanita. Dua wanita yang beruntung tersebut adalah Nicole Aunapu Mann dan Suni William, selanjutnya diisi oleh dua astronaut veteran yang sudah pernah menjalankan misi pada April 2019 lalu, Doug Hurley dan Bob Behnken.

Meskipun kelima orang lainnya masih baru dan amatir, namun sudah melewati banyak seleksi ketat. Ini semua adalah Chris Ferguson, Mike Hopskins, Josh Cassada, Victor Glover dan Eric Boe. Sekalipun sudah ditetapkan mulai sekarang, namun nantinya penerbangan pertama baru akan terjadi pada awal tahun depan, ini rencana awal yang bisa saja mengalami perubahan.

Baca juga : Venus Dan Mars Dapat Terlihat Jelas Saat Gerhana Bulan Total

Hal ini dikatakan langsung oleh Jim Bridentistine, selaku salah satu karyawan NASA yang berada di PUsat Antariksa Jhonson di Houston. Dimana mengatakan jika penjelajahan sekaligus penelitian di luar angkasa akan mengubah cara hidup kebanyakan orang amerika. Ini sudah dilakukan sejak 2011 lalu, dimana bethasil meluncurkan astronaut dalam roket.

Sedangkan SpaceX dan Boeing yang menjadi kontrak untuk menerbangkan astronaut dari NASA pada 2014, tetap bisa menerbangkan astronaut kembali, namun harus tetap berkoordinasi dengan NASA. Keduanya memenangkan kontrak yang cukup besar, SpaceXmendapatkan US$2,6 miliar dan Boeing mendapatkan US$4,2 miliar untuk membawa astronaut ke ISS.

Namun saat ini, program tersebut harus ditangguhkan terlebih dahulu, pasalnya dana akan digunakan untuk menghidupi semua astronaut yang hidyp di laboratorium. Dimana dilakukan penelitian di Rusia, sehingga membutuhkan kucuran dana hingga US$100 miliar. Selain itu, NASA juga menyebutkan kenapa melakukan penundaan sangat panjang, hal ini karena mengkhawatirkan sisi keamanan dan akuntabilitas awak yang belum stabil dengan menggunakan jasa komersil.