Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Minuman Bersoda Bisa Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Minuman Bersoda Bisa Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda setiap hari tidak baik untuk kesehatan. Meskipun kegemaran ini kemudian banyak diakali dengan memilih jenis minuman yang rendah kalori, seseorang tidak akan terhindar dari risiko bahayanya.

Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini mempertegas klaim atas efek bahaya yang ditimbulkan minuman bersoda bagi kesehatan manusia. Riset menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi dua minuman bersoda dalam sehari, risiko kematian dini akan meningkat seperempat kali lebih tinggi.

Riset tersebut menemukan ada lebih dari 450 ribu orang konsumen reguler minuman bersoda yang memiliki risiko hingga 26 persen bakal mengalami kematian dini dalam dua dekade mendatang. Para peneliti telah memperingatkan bahwa minuman bersoda berpengaruh buruk pada sistem peredaran dan sistem pencernaan manusia sehingga dapat memicu timbulnya beragam penyakit kronis.

Hanya dengan mengonsumsi minuman berkalori tinggi setiap harinya, maka risiko kematian akibat tumor usus, lambung, atau pankreas akan meningkat hingga 59 persen. Jika meminum dua gelas atau lebih minuman manis buatan membuat serangan jantung atau stroke yang memicu pembekuan darah, dan gangguan mematikan lainnya pada arteri, yang persentase kemunculan kasusnya mencapai 52 persen.

“Hasil penelitian ini tampaknya mendorong langkah-langkah kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung untuk mengurangi konsumsi minuman ringan,” terang Neil Murphy, ahli epidemiologi gizi yang terlibat dalam penelitian, sebagaimana diberitakan Mirror.

Murphy yang juga bekerja di Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (International Agency for Research on Cancer), di Lyon, Prancis, kemudian menyarankan setiap orang agar lebih banyak minum air putih.

“Konsumsi minuman ringan yang telah ditambahkan pemanis bisa menyebabkan kematian karena terganggunya sistem peredaran darah. Minuman ringan yang mengandung gula juga bisa menyebabkan kematian akibat penyakit pencernaan,” jelas Murphy.

Penelitian ini didasari oleh kebiasaan pria dan wanita di seluruh negara Eropa, termasuk di Inggris, yang gemar mengonsumsi minuman bersoda. Menurut Murphy, kebiasaan buruk tersebut juga memicu obesitas yang juga menyebabkan penyakit kardiovaskular, tumor, dan diabetes tipe 2.

Diperkirakan ada 184 ribu kematian pada 2010 yang pemicunya adalah minuman bersoda. Semenjak saat itu, muncul terobosan untuk membuat minuman ringan berkalori rendah karena didesak oleh hukuman pajak dan tingginya kesadaran publik terkait bahaya terlalu banyak mengonsumsi gula. Namun, tetap saja masih banyak orang yang belum sepenuhnya sadar dengan efek kesehatan jangka panjang yang bisa ditimbulkan akibat keseringan mengonsumsi minuman bersoda.

Studi yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine ini juga menemukan kaitan yang lebih kuat antara jumlah keseluruhan kasus kematian dengan konsumsi minuman ringan, terutama produk minuman yang telah ditambahkan pemanis buatan di dalamnya.