Wednesday, November 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Milan Yang Terus Bermain Buruk Dan Turun Ke Papan Bawah

Milan Yang Terus Bermain Buruk Dan Turun Ke Papan Bawah

Tren buruk AC Milan kembali berlanjut di pekan 6 Serie A 2019/20. Berhadapan dengan Fiorentina di San Siro, Senin (30/9/2019) dini hari, Milan kalah 1-3. Gol-gol Fiorentina di laga ini dicetak Erick Pulgar (’14), Gaetano Casrovilli (’66), serta Franck Ribery (’78). Milan hanya sekali membalas lewat Rafael Leao (’80).

Hasil ini sukses mendongkrak posisi Fiorentina di klasemen sementara Serie A ke posisi 9, dengan raihan 8 poin. Sementara, Milan harus turun ke posisi 16 dengan torehan 6 poin. Di laga ini, Milan menurunkan skuat inti mereka. Krzysztof Piatek dan Rafael Leao mengisi lini depan, diapit oleh Suso di lini kedua.

Lini tengah dihuni oleh trio Ismael Bennacer, Franck Kessie, dan Hakan Calhanoglu. Sedangkan lini pertahanan digalang oleh duet Mateo Musacchio dan Alessio Romagnoli. Fiorentina juga melakukan hal serupa. Franck Ribery dan Federico Chiesa di lini depan, diapit Gaetano Castrovilli, Milan Badelj, dan Erick Pulgar di tengah. Lini pertahanan dikawal trio Martin Caceres, German Pezzella, dan Nikola Milenkovic.

Sejak babak pertama dimulai, Milan selaku tuan rumah mencoba untuk mendominasi laga. Mereka langsung menekan lini pertahanan Fiorentina, yang di laga ini menerapkan skema tiga bek. Namun, alih-alih menembus pertahanan lawan, Milan justru kerepotan menghadapi serangan balik Fiorentina. Berbekal kecepatan Ribery dan Chiesa, La Viola sudah mampu membuat pertahanan Rossoneri ketar-ketir.

Pada menit 15, serangan balik Fiorentina mulai memberikan dampak bagi Milan. Bermula dari pelanggaran Bennacer terhadap Chiesa, Fiorentina mendapatkan hadiah penalti. Pulgar yang maju sebagai eksekutor sukses menceploskan bola.

Unggul satu angka membuat Fiorentina lebih percaya diri. Di sisi lain, beban mulai menghinggapi Milan. Mereka memang bisa mengalirkan bola dengan baik. Tapi, mereka kesulitan menembus pertahanan Fiorentina.

Di sisi lain, Fiorentina juga terus melancarkan serangan-serangan balik berbahaya. Beberapa di antaranya menjadi peluang. Pada menit 28, Chiesa sempat mencetak gol. Namun, wasit menganggap Chiesa sudah berada dalam posisi offside.

Di sisa waktu babak pertama, kedua tim berusaha keras mencari angka tambahan. Namun, hingga babak pertama usai, skor 1-0 untuk keunggulan Fiorentina tetap bertahan. Memasuki babak kedua, Milan melakukan perubahan. Rade Krunic dimasukkan, menggantikan Kessie. Tujuannya, untuk membuat lini serang Milan lebih menggigit.

Hasilnya memang langsung terlihat. Serangan Milan yang awalnya monoton mulai jadi lebih cair. Sisi sayap Milan pun jadi lebih hidup di babak kedua ini, karena aliran bola mulai mengalir lancar ke daerah tersebut.

Sial bagi Rossoneri, petaka menghampiri mereka pada menit 54. Musacchio harus mendapatkan kartu merah usai melanggar keras salah seorang pemain Fiorentina. Sempat berkonsultasi kepada VAR, wasit akhirnya mengusir Musacchio keluar lapangan.

Main dengan 10 orang membuat permainan Milan kembali menurun. Fiorentina memanfaatkan hal ini dengan baik. Mereka mencoba untuk menyengat, dan serangan-serangan balik mereka pun dipertajam.

Hasilnya mujarab. Pada menit 66, mereka sukses mencetak gol usai Castrovilli memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Gianluigi Donnarumma yang tidak sempurna. Skor berubah 2-0 untuk Fiorentina.

Fiorentina semakin menggila. Pada menit 70, mereka sukses mendapatkan penalti usai Bennacer melanggar salah seorang pemain Fiorentina di kotak penalti. Sayang, Chiesa yang maju sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya.

Milan tidak tinggal diam. Mereka memasukkan Leonardo Duarte dan Samu Castillejo untuk semakin memperkuat penyerangan. Tapi, bukannya memperkecil kedudukan, mereka justru semakin tertinggal. Pada menit 78, Ribery sukses membobol gawang Milan usai memanfaatkan umpan apik Chiesa. Skor berubah 3-0. Lini pertahanan Milan tampak penuh cela setelah Musacchio keluar.

Fiorentina juga sempat melakukan beberapa perubahan di babak kedua ini, Marco Benassi dan Kevin-Prince Boateng dimasukkan untuk menjaga keseimbangan permainan. Hasilnya apik. Mereka mulai balik menguasai permainan.

Semenit selepas gol Ribery, Milan sukses memperkecil ketertinggalan. Leao melakukan aksi individu menawan yang berbuah gol. Skor berubah 1-3, Milan menghidupkan harapan. Namun, hingga babak kedua usai, Milan tak kunjung mencetak angka kembali. Alhasil, skor 3-1 untuk Fiorentina bertahan sampai babak kedua tuntas.