Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Menhan Sebut Tak Ada Kopassus Yang Terlibat Dalam Aksi 22 Mei

Menhan Sebut Tak Ada Kopassus Yang Terlibat Dalam Aksi 22 Mei

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memastikan tak ada satupun perwira atau prajurit aktif di Kopassus yang terlibat kerusuhan 22 Mei 2019. Ryamizard mengaku sudah menanyakan satu per satu anggota Kopassus.

“Tapi yang namanya Kopassus aktif, pasti tidak ada yang begituan. Saya sudah tanyakan satu per satu tidak ada mereka itu,” kata Ryamizard di kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Ryamizard menegaskan, jika ada pensiunan TNI yang diduga terlibat kerusuhan 22 Mei, jangan dikaitkan dengan institusi. Menurutnya, itu sudah masuk ranah pribadi. “Kalau misalnya memang sudah purnawirawan, dia sudah tidak bergabung di apa-apa, segala macamnya, begitu. Itu urusan mereka,” jelasnya.

Ryamizard juga meminta Tim Mawar yang pernah dibentuk Kopassus, tidak dituduh terlibat kerusuhan. Dia menegaskan bahwa tim tersebut sudah dibubarkan sejak dinyatakan terlibat penculikan aktivis 1990-an.

“Sudahlah, Tim Mawar itu sudah puluhan tahun, itu sudah selesai, jangan dibawa-bawa lagi. Ini luka lama, jangan pernah dibawa-bawa lagi, tidak baik itu. Terus… Terus… Itu berpengaruh nantinya. Jadi sudah selesai,” kata Ryamizard. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meminta Tim Mawar tidak lagi diungkit-ungkit dalam kerusuhan 22 Mei. Tim Mawar, katanya itu sudah bubar dan tidak ada lagi.

“Nggak perlu lagi, Tim Mawar itu sudah selesai. Mereka udah kena sanksi dan nggak ada lagi. Sudah dibekukan lagi. Jangan dibawa-bawa lagi. Itu-itu terus saja,” ucap Ryamizard kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, hari Rabu (12/6/2019).

Pengungkitan Tim Mawar, kata Ryamizard, bisa membuat bingung prajurit Kopassus. Padahal, menurutnya, mereka tidak mengerti apa pun soal tim yang dianggap bertanggung jawab atas penculikan aktivis ’90-an itu.

“Tim Mawar itu jangan diungkit-ungkit lagi. Sudah, kasihan prajurit Kopassus itu. Dia nggak tahu apa-apa. Mungkin pas itu belum lahir,” ujar Ryamizard. Bagi Ryamizard, hal terpenting adalah menjamin keamanan bangsa Indonesia. Jangan ada kerusuhan yang mengakibatkan korban. “Jangan dibawa-bawa lagi, jadi membawa luka lama. Nggak baik. Ke depan kita ke arah lain. Bagaimana bangsa ini bisa tidak ribut, tidak ada korban, tidak ada kerusuhan,” ucap Ryamizard.

Sebelumnya, diketahui eks Komandan Tim Mawar Mayjen (Purn) Chairawan menyayangkan pemilihan kata ‘Tim Mawar’ dalam berita majalah Tempo. Dimana itu berkaitan tentang peristiwa kerusuhan 22 Mei. Chairawan telah mengungkapkan, jika ada kecurigaan beberapa eks anggota tim yang pernah dipimpinnya dalam kejadian tersebut, jangan ‘dipukul rata’ seolah seluruh eks Tim Mawar terlibat.

“Nah Tim mawar kan sudah bubar. Itu kan menyudutkan berarti. Tahun 1999 sudah bubar. Kalaupun ada, itu kan personel, anggota. Nggak mungkin ada satu orang dibilang tim atau dua (orang) disebut tim. Tim itu harusnya banyak ya,” ungkap Chairawan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6).