Wednesday, June 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Mengapa Para Pendiri Perusahaan Yang Diakuisisi Facebook Memilih Hengkang

Mengapa Para Pendiri Perusahaan Yang Diakuisisi Facebook Memilih Hengkang

Beberapa hari yang lalu, secara mengejutkan dua pendiri Instagram yaitu Kevin Systrom beserta dengan Mike Krieger mengundurkan diri dari Facebook. Systrom dan Krieger mengatakan, keduanya memutuskan untuk mundur agar bisa terus berkreativitas membangun hal baru yang dibutuhkan oleh banyak orang di luar sana. Belakangan, justru beredar kabar pula bahwa hengkangnya duo pendiri Instagram ini karena adanya gesekan dengan CEO Facebook yaitu Mark Zuckerberg terkait bagaimana Instagram akan dijalankan.

Mengutip dari laman Recode, pada hari Jumat (28/9/2018) jika ditelisik lebih jauh lagi ke belakang, para pendiri WhatsApp Jan Koum juga hengkang dari jejaring sosial terbesar di dunia yaitu Facebook. Baik Instagram dan WhatsApp sama-sama perusahaan yang telah diakuisisi oleh Facebook. Pada tahun 2014, co-Founder WhatsApp yaitu Brian Acton menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai yang mencapai US$ 19 miliar. Sementara, Instagram telah dibeli oleh Facebook pada tahun 2012 dengan nilai akuisisi hingga US$ 1 miliar.

Terbaru pada wawancara dengan Forbes, Acton juga menyatakan penyesalannya karena telah menjual WhatsApp kepada Zuckerberg. Menurutnya, Zuckerberg telah memaksa WhatsApp untuk ikut terjun ke dalam bisnis periklanan. Sebuah hal yang awalnya sama sekali ┬átidak diinginkan oleh Acton untuk ada di dalam aplikasinya. “Saya telah menjual privasi pengguna untuk dapat keuntungan yang besar. Saya telah membuat pilihan dan kompromi dan juga harus hidup dengan penyesalan setiap hari,” ujar Acton.

Dari hal ini pun, ada anggapan bahwa Facebook yang merupakan salah satu perusahaan paling sukses di dunia sekarang ini, bukanlah tempat yang baik untuk orang menjual startup. Padahal pada awalnya, banyak yang menyebut jika reputasi Facebook sebagai pengakuisisi memang sangatlah luar biasa. Apalagi, jika perusahaan yang telah diakuisisi juga sangat luar biasa seperti Instagram dan juga WhatsApp, dan para pendirinya justru malah harus mendapatkan ‘paksaan’ dari Mark Zuckerberg.

Memang, tak ada yang mengharapkan pendiri untuk tetap tinggal di perusahaan induk yang baru untuk selamanya. Namun sebenarnya baik Systrom, Krieger, dan juga Koum memang tinggal lebih lama di Facebook dari kebanyakan pendiri perusahaan lainnya yang telah diakuisisi oleh Facebook. Sebelumnya, pendiri dari Oculus Palmer Luckey juga telah meninggalkan Facebook. Parahnya lagi, kepergian Luckey dari Facebook kabarnya juga diwarnai dengan adanya drama.

Vice President of Messaging Facebook yaitu David Marcus pun telah menjawab pernyataan acton kepada Forbes. Sebagai orang dalam Facebook, tentu posisi Marcus adalah yang membela perusahaan. Tidak cukup sampai di situ, Marcus pun menantang karakteristik Acton terkait dengan bagaimana rasanya bekerja dengan seorang Zuckerberg.

“Hari ini Forbes telah mempublikasikan wawancara dengan Brian Acton yang juga memberi pernyataan, renungan peristiwa yang sangat jauh berbeda dari kenyataan yang sudah saya saksikan langsung,” ujar Marcus. Marcus pun membela Zuck, sapaan karib dari Zuckerberg, yang menurut dirinya sangat memberi otonomi kepada para anak buahnya dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar yang lainnya.

Marcus memberi contoh, Zuckerberg selalu membela upaya WhatsApp terkait dengan enkripsi. Marcus juga mengkritik Acton karena sifatnya yang pasif-agresif. “Saya telah menemukan, ada orang menyerang perusahaan dan orang lain yang akan menjadikan Anda miliarder dan sampai pula ke tingkat yang belum pernah digapai sebelumnya, mengakomodasi Anda selama bertahun-tahun lamanya. Itu memang sangat rendah, benar-benar standar kelas bawah,” ujar Marcus menanggapi pernyataan Acton di salah satu media.