Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Memalukan, Ada Pasangan Mesum Di Mesjid Baitul Muttaqin Aceh

Memalukan, Ada Pasangan Mesum Di Mesjid Baitul Muttaqin Aceh

Beredar video penggerebekan pasangan mesum di atap masjid di Aceh Besar. Video tersebut telah diunggah oleh akun Facebook Delilla Asmi pada Senin (25/2/2019). Dalam keterangannya, insiden tersebut telah terjadi di Masjid Baitul Muttaqin, Saree, Aceh Besar, Aceh. Penggerebekan tersebut terjadi pada Minggu (24/2/2019) pada pukul 19.00 WIB.

Tampak pria memakai baju biru dongker, sedangkan wanita memakai terusan dan jilbab bunga-bunga. Mereka pun kemudian digiring turun dari atap oleh beberapa orang. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas dari kedua orang tersebut dan juga keterangan resmi pengurus masjid.

Dikutip dari BBC, Kepala Dinas Syariat Islam Syahrizal Abbas mengatakan hukuman atas tindak pidana yang dilakukan di Aceh diputuskan berdasarkan syariat Islam dan dituangkan dalam qanun jinayat. Menurut qanun jinayat, orang yang berzina di Aceh baik yang sudah menikah ataupun yang belum menikah akan dihukum 100 kali cambukan.

Sesuai dengan Pasal 33 ayat (1) Qanun Aceh No6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat ditetapkan: “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah zina, diancam dengan ‘uqubat hudud cambuk 100 (seratus) kali.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Aceh Besar, telah mengamankan pasangan remaja non-muhrim sedang berbuat khalwat/mesum di atas Masjid Jami Baitul Muttaqin Saree, Kecamatan Lembah Seulawah. Sejoli tersebut telah tertangkap kamera warga sedang berhubungan badan layaknya pasangan suami-istri. Video berdurasi 1 menit itu kini beredar dan heboh di sosial media.

Kedua pasangan remaja tersebut diketahui masih berusia 17 dan 16 tahun. Keduanya kini sedang menjalani proses pemeriksaan dan juga sedang ditahan di kantor Satpol-WH provinsi di Banda Aceh.

“Iya, benar mereka sudah diamankan warga karena melakukan perbuatan khalwat di atas masjid di Saree, Aceh Besar. Untuk selanjutnya kita akan menunggu proses dari kesaksian dan juga kronologis kejadian,” ujarnya dikonfirmasi kumparan via telepon Senin (25/2).

Rusli juga menjelaskan, perbuatan kedua remaja itu diketahui warga setelah merasa curiga atas gerak-gerik keduanya. Usai salat magrib pada hari Minggu (24/2) kemarin, warga kemudian mengintip dan langsung merekam aksi keduanya sebelum ditangkap.

“Setelah keduanya diamankan mereka pun dibawa ke polsek dan menghubungi kami. Namun beberapa saat sudah berada di sana, mendengar kabar warga akan datang dan mereka dibawa ke Mapolres Jantho. Setelah diinterogasi dan didata petugas, sekitar pukul 03.00 WIB pagi tadi dibawa ke kantor Satpol PP-WH Provinsi,” ujarnya.

Untuk sanksi terhadap keduanya itu, kata Rusli pihaknya akan segera melihat aturan kembali. Musababnya, kedua remaja tersebut masih di bawah umur. Kemungkinan mereka tidak dikenakan hukum jinayah akan tetapi menggunakan hukum adat. Hukum adat yang dimaksud adalah mereka dikenakan denda untuk keduanya atau dinikahkan.

“Masih SMA dua-duanya. Masih anak-anak di bawah umur. Mungkin akan coba ditempuh jalur lain seperti hukum adat tapi kita akan lihat aturan yang jelas itu bagaimana. Tidak bisa kita proses dulu,” ujarnya.