Monday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Meikarta Dan Lima Kota Mati Di Dunia Setelah Ditinggal Penghuninya

Meikarta Dan Lima Kota Mati Di Dunia Setelah Ditinggal Penghuninya

Digadang-gadang akan menjadi salah satu kota metropolitan termegah yang ada di dunia, Lippo Group berencana membangun sebuah kota baru bernama Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Dikutip dari finance.detik.com (22/03/2018), nilai investasinya tak main-main yakni mencapai Rp. 278 triliun. Tentu saja hal tersebut sempat membuat heboh publik ketika rencana pembangunannya diumumkan pertengahan tahun lalu.

Sekarang, dengan kasus korupsi izin pembangunan yang membelitnya, sepertinya Meikarta hanya akan tinggal cerita. Mudah-mudahan Meikarta tidak bernasib sama dengan 5 kota megah yang ada di dunia berikut ini, yang ditinggalkan penghuninya karena satu dan lain hal, dan sekarang kisahnya dikenang hanya sebagai “kota hantu”. Berikut daftarnya, dirangkum dari bogor.tribunnews.com.

  1. Kota Pripyat, Ukraina

Terletak di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, Oblast Kiev, Ukraina bagian utara, tidak jauh dari perbatasan dengan Belarus, Kota Pripyat memiliki status khusus sebagai kota yang berada di bawah pengawasan Oblast Kiev walau sebenarnya masih dalam cakupan wilayah Raion Ivankiv. Kota ini diawasi pula oleh Kementerian Keadaan Darurat Ukraina sebagai bagian dari wilayah yang terletak dalam zona “alienasi”.

Pripyat didirikan tahun 1970 sebagai tempat tinggal bagi karyawan PLTN Chernobyl. Kota ini baru diresmikan pada tahun 1979, namun ditinggalkan penghuninya pada tahun 1986 karena bencana Chernobyl. Pada masanya, Pripyat merupakan kota nuklir kesembilan di Uni Soviet dan memiliki populasi kira-kira 50.000 jiwa sebelum terjadi bencana kebocoran radiasi nuklir yang terkenal.

  1. Pulau Hashima, Jepang

Pulau Hashima atau biasa disebut Gunkanjima adalah salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Prefektur Nagasaki, sekitar 15 km dari kota Nagasaki. Pulau ini ditinggali antara tahun 1887 hingga 1974 sebagai situs penambangan batu bara. Di tahun 1890 Mitsubishi membeli pulau tersebut dan memulai proyek guna mendapatkan batu bara dari dasar laut di sekitar pulau itu. Pada tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, dan blok apartemen dibangun untuk para pekerja. Jumlah penduduk di wilayah ini lumayan besar mencapai 1.391 jiwa per hektare untuk daerah pusat pemukiman, sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia.

Saat minyak bumi menggantikan batubara di tahun 1960, tambang batu bara pun mulai ditutup, tak terkecuali di Gunkan Jima. Pada tahun 1974, Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut, dan akhirnya mengosongkan pulau tersebut, yang tertinggal hanyalah puing-puing peninggalan kota.

  1. Kota Craco, Italia

Craco ada di daerah Basilicata juga dalam provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota Craco dulunya mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Di tahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan dari Tricarico.

Hubungan yang telah berjalan lama dengan gereja pun membawa pengaruh yang begitu banyak kepada seluruh penduduk. Tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, saat itu mereka banyak dilanda permasalahan sosial serta kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa. Sekitar tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka bermigrasi massal dan meninggalkan kota.

  1. Kota Kolmanskop, Namibia

Kolmanskop adalah sebuah kota mati di selatan Namibia. Pada tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namibia untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Dalam waktu dua tahun maka terciptalah sebuah kota lengkap dengan segala prasarananya seperti kasino, sekolah, rumah sakit, juga bangunan tempat tinggal yang eksklusif yang berdiri di lahan yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir luas.

Tetapi setelah Perang Dunia I, jual beli berlian menjadi terhenti, ekonomi kota ini mulai menurun dan kebutuhan kehidupan sehari-hari tidak dapat terpenuhi di karenakan krisis ekonomi yang terjadi pada negara-negara perang dunia 1. Kota ini pun ditinggali penduduknya, menyisakan puing-puing bangunan megah di tengah gurun pasir yang tandus.

  1. Marina City Batam, Indonesia

Salah satu bekas kota gemerlap yang ada di Indonesia, Kawasan Marina City Batam sekarang hanya masih menyisakan bekas-bekas kejayaannya sebagai pusat judi di Batam. Bangunan-bangunan lama di sana menunjukkan kawasan itu dahulu pernah menjadi tujuan favorit para penjudi dari Singapura dan Jakarta.

Terletak di Tanjung Riau, Sekupang, Batam, dulunya Marina City sangat memanjakan para penikmat judi dan orang-orang yang mencari hiburan, layaknya Las Vegas di AS. Namun seiring adanya larangan perjudian dari pemerintah, Marina City pun meredup. kondisi ekonomi di Marina City lumpuh total, penduduknya berbondong-bondong meninggalkan kota ini untuk mencari nafkah di tempat lain. Kita hanya bisa berharap kasus yang menjerat Meikarta tidak serta merta merugikan konsumen yang tidak tahu apa-apa, namun hanya karena ketamakan segelintir orang, semua menjadi dirugikan.