Friday, January 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Mauricio Pochettino Membangun Spurs Hanya Dengan Modal Segini

Mauricio Pochettino Membangun Spurs Hanya Dengan Modal Segini

Dalam beberapa tahun terakhir, Tottenham Hotspur berhasil merusak tatanan dominasi tim-tim 4 besar Liga Inggris. Tottenham Hotspur selalu mampu finis di posisi 4 besar dan tampil di Liga Champions dalam 3 tahun terakhir. Keberhasilan Tottenham Hotspur menembus 4 besar Liga Inggris ini tidak lepas dari peran penting Manajer Mauricio Pochettino dalam meramu skuat.

Sejak bergabung pada 2014, Mauricio Pochettino sukses membangun Tottenham Hotspur menjadi salah satu penantang juara. Posisi tertinggi yang berhasil didapat Tottenham Hotspur bersama Mauricio Pochettino adalah peringkat ke-2 pada musim 2016-2017. Selama di bawah arahan Mauricio Pochettino, Tottenham Hotspur tidak membutuhkan banyak uang transfer untuk meningkatkan performa tim.

Bahkan jika dihitung dengan pendapatan dari penjualan pemain, Sky Sports mengabarkan bahwa Tottenham Hotspur hanya menghabiskan uang sebesar 29 juta pounds (Rp 561 miliar) dalam 4 tahun terakhir. Uang sebesar itu tidak lebih besar dari apa yang dikeluarkan manajemen Tottenham Hotspur saat membeli Moussa Sissoko dari Newcastle United (30 juta pounds) pada awal 2016-2017.

Angka tersebut didapat dengan melihat total dana yang telah dihabiskan Mauricio Pochettino selama menjabat untuk mendatangkan pemain baru (254 juta pounds) dikurangi hasil penjualan pemain (225 juta pounds). Dengan kata lain, manajemen Tottenham Hotspur hanya membiayai Mauricio Pochettino sebesar 7,25 juta pounds per musim untuk mendatangkan pemain baru.

Meski dengan dana yang terbilang kecil ketimbang para kompetitor utama mereka di Liga Inggris, Totteenham Hotspur adalah tim terbaik ke-3 dalam perolehan poin jika diakumulasikan sejak Mauricio Pochettino bergabung atau 2014. Sejak saat itu, Tottenham Hotspur telah mengantongi 318 poin, atau hanya kalah dari Manchester City (346 poin) dan Chelsea (324). Dalam 4 tahun terakhir Tottenham Hotspur mengungguli Arsenal (306 poin), Manchester United (303), dan Liverpool (299).

Kisah inspiratif sang pelatih Tottenham Hospur ini memang patut dicontoh oleh para pelatih lain dan juga klub lainnya bahwa membangun tim yang baik tidak hanya dengan mengandalkan uang belanja yang bejibun. Namun cukup dengan pembinaan dan pelatihan yang baik, yang tentunya akan mampu dilakukan oleh para semua pelatih di dunia.

Related Post

Gojek Dipastikan Akan Resmi Mengaspal Di Singapura Lama dinanti, akhirnya layanan ride-hailing Go-Jek asal Indonesia mulai hadir di Singapura. Aplikasi Go-Jek sudah bisa diunduh mulai hari ini, Kamis...
Belarusia Memperpanjang Bebas Visa Untuk Wisatawan... Belarusia membuka wisatawan luar negeri untuk datang secara gratis, hal ini hanya berlaku untuk turis dari Indonesia. Dimana pada Selasa (24/07/2018),...
Fredrich Yunadi di Periksa Hari Ini Pada hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Kuasa hukum dari Setya Novanto, Fredrich Yunadi akan dipanggil oleh KPK dengan dugaan ...
Jawaban Jack Ma Pada Soal Matematika Buat Semua Au... Siapakah yang tidak mengenal Jack Ma? Dia adalah sorang pebisnis sukses asal Tionghoa yang merupakan pemilik dari Alibaba group, yaitu salah satu pe...