Monday, May 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Mau Tahu Seperti Apa Warteg Drive Thru Di SCBD

Mau Tahu Seperti Apa Warteg Drive Thru Di SCBD

Sebuah warung makan sederhana yang terletak di kawasan perkantoran Sudirman Central Business District (SCBD), Sudirman, Jakarta Selatan memiliki konsep yang cukup unik. Di warung ini, pelanggan bisa membeli makanan layaknya ‘drive thru’ di sebuah restoran cepat saji.

Posisi warung ini berada di balik tembok, di samping sebuah parkiran motor di Grand Lucky Superstore. Sejumlah karyawan yang ada di sekitar Grand Lucky atau perkantoran di SCBD juga sering membeli ke warung tersebut. Mereka membeli lewat bolongan ala drive thru karena lebih praktis dan jika berjalan ke warung itu membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Ada pemandangan unik di kawasan perkantoran Sudirman Central Business District (SCBD), Sudirman, Jakarta Selatan. Di antara gedung-gedung tinggi di wilayah tersebut terselip sebuah warung makan sederhana. Yang membuatnya unik lantaran pembeli bisa memesan makanan lewat sebuah bolongan berbentuk kotak yang cukup besar.

Warteg Drive Thru

Ala-ala drive thru di sebuah restoran cepat saji. Istilah warteg ala drive thru ini juga dipopulerkan netizen. Saat kumparan mendatangi warung makan tersebut, Senin (4/2), dua pelayan warung makan menyambut ramah. Seperti biasa, mereka menawarkan aneka jenis hidangan yang sudah tersedia. Menu yang disediakan tak jauh beda dengan warteg yang lain.

Menunya lengkap, mulai dari telur dadar, ayam goreng hingga beberapa jenis ikan. Jadi tinggal Anda yang menentukan mau makan siang dengan lauk apa jika sedang berkunjung ke warung tersebut. Bagaimana soal harga? Sama saja dengan warteg yang lain, termasuk soal rasa makanan. “Mangan, Mas’e? (Makan, Mas?),” salah satu pelayan langsung menawari.

Posisi warung tersebut berada di balik tembok, di samping parkiran motor Grand Lucky Superstore. Mereka membeli lewat bolongan ala drive thru karena lebih praktis dan jika berjalan ke warung itu membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Yang juga berbeda dengan warteg lainnya, bagi pembeli yang langsung mengunjungi warung makan ini, dipersilakan untuk mengambil makanannya sendiri. Seperti prasmanan di acara pernikahan. kumparan lalu mencicipi menu nasi, telur dadar, gorengan 1, sayur lodeh, dan es teh manis 2 gelas, dan perlu merogoh kocek Rp 18 ribu.

Bicara soal warung makan itu, pemiliknya bernama Jamiah. Warung itu sudah berdiri sejak tahun 1990. Artinya hampir 29 tahun ia menggeluti usaha ini. Jam buka warung tersebut, kata dia, mulai dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. “Alhamdulillah setiap hari itu abis aja,” ucap perempuan 56 tahun itu saat ditemui, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Tertarik mencicipi warteg ala drive thru Bu Jamiah?