Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Masjid-Masjid Ini Tetap Berdiri Kokoh Setelah Diterjang Tsunami

Masjid-Masjid Ini Tetap Berdiri Kokoh Setelah Diterjang Tsunami

Peristiwa Gempa dan Tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah meninggalkan banyak cerita duka. Namun dibalik semua itu ada pula cerita-cerita menginspirasi yang bisa kita ambil hikmahnya. Walaupun memang menelan ribuan korban jiwa, menghancurkan sejumlah bangunan namun ternyata dari sekian banyaknya bangunan yang hancur tersapu tsunami, ada beberapa Masjid yang masih mampu berdiri kokoh. Dan ternyata bukan pada bencana Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah ada Masjid yang tetap mampu berdiri kokoh, berikut kami sampaikan beberapa Masjid yang tetap kokoh berdiri diterjang tsunami.

Yang masih hangat dalam perbincangan kita belakangan ini tentunya Masjid Al Amin sering juga disebut Masjid Tua Wani yang terletak di Donggala dan diketahui dibangun pada tahun 1906 dan diterjang Tsunami pada akhir September 2018 lalu. Masjid ini bercorak Arab, Melayu dan Tionghoa ini bercat putih dan hijau. Masjid Al Amin merupakan salah satu cagar budaya yang berada di kompleks perumahan Kampung Arab. Di sekitar dan dalam Masjid Al Amin kita bisa melihat semua barang dan bangunan luluh lantak namun tidak dengan Masjid ini padahal hanya berjarak 20 langkah dari bibir pantai dan mampu menjadi saksi ganasnya gempa dan tsunami yang melanda Donggala.

Selain itu ada pula Masjid Ar Rahmat yang berada di Desa Londo, Donggala yang dibangun pada tahun 1998 yang juga masih kokoh berdiri. Selanjutnya ada Masjid Babul Jannah yang hanya berjarak 50 meter dari bibir pantai dan berada di Loli Saluran, Banawa, Donggala yang diketahui dibangun pada tahun 2003. Walau mengalami sedikit kerusakan namun Masjid Babul Jannah ini tetap mampu berdiri kokoh dan menjadi saksi bisu gempa dan tsunami yang menerjangnya. Masjid ini berwarna hijau dan kuning di bagian luar dan didominasi warna putih pada bagian dalam.

Lalu ada Masjid Terapung Arwam Bab Al Rahman yang berada di bibir Pantai Talise, Palu yang dibangun pada tahun 2011. Masjid ini setelah diterjang tsunami mengalami kerusakan pada jembatan penghubung  saja sedangkan bangunan tetap berdiri kokoh walaupun memang sudah terlihat agak sedikit miring.

Dan dari tsunami 2004 di Aceh kita dibuat takjub oleh dua tiga Masjid ini yaitu Masjid Raya Baiturrahman yang dibangun pada 1622 lalu ada Masjid Baiturrahim yang dibangun pada tahun 1922 dan Masjid Rahmatullah yang dibangun tahun 1997. Ketiga Masjid ini bahkan pada akhirnya menjadi tempat penampungan para warga korban bencana dan pada saat tsunami menerjang menjadi tempat berlindung para warga dari gelombang tsunami karena merupakan bangunan yang bertingkat di dalamnya.