Monday, December 10Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Masa Depan Indonesia Jika DIlihat Dari Laboratorium Huawei

Masa Depan Indonesia Jika DIlihat Dari Laboratorium Huawei

Gadis Berhijab  asal Mojokerto ini bernama Elsanyn Dhecma Dhalih Chaya Faatira mengikuti Program Teropong Masa Depan  atau Seeds for the Future yang diselenggarakan oleh Huawei dii Shenzen, China. Elsa panggilan akrabnya sangat penasaran saat pertama kali berkunjung ke kantor pusat Huawei tentang teknologi informasi di masa depan. Bahkan Elsa juga tidak sabar kembali ke Indonesia untuk membagikan pengalamannya ini.

Dalam program ini, Elsa mendapatkan beberapa ilmu mulai dari pengembangan jaringan 3G sampai 5G, Cloud Computing sampai IoT. Elsa bersama sembilan mahasiswa lain dari Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mempelajari segala hal lebih dalam lagi tentang hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya itu.

Karena program ini, Elsa dan teman-temannya menjadi mengerti bagaimana implementasi Internet of Things atau IoT. Pengetahuan ini memang digunakan sebagai pemanfaatan algoritma teknologi untuk pengembangan smart home dan smart city di Indonesia. Jadi Elsa dan teman-temannya tahu bagaimana nanti jika ada smart city di Indonesia. Teknologi IoT di Indonesia menurut Elsa sepertinya hanya tinggal menunggu waktu saja. Karena memang teknologi ini akan memberikan kemudahan bagi para pengguna serta mampu memberikan benefit. Contoh paling mudah adalah dengan adanya Teknologi IoT akan digunakan dalam sistem smart city dan smart car untuk mengurangi kemacetan secara signifikan. Masih menurut Elsa, teknologi cloud computing juga bisa bermanfaat bagi Indonesia karena e-Government memang akan sangat penting bagi Indonesia.

Teman Elsa yaitu Gede Aditya Pratama juga menganggap bahwa IoT akan bermanfaat di bidang kesehatan. Selama dua pekan di China, seluruh mahasiswa Indonesia yang ada di sana juga berkesempatan untuk mengunjungi Beijing serta Shenzen. Pekan pertama ke Beijing lalu pekan kedua ke Shenzen. Di Beijing mereka belajar serta pelatihan budaya dan bahasa mandarin di kampus Beijing Languange and Culture University, sedangkan di Shenzen, mereka berkunjung ke dapur Huawei untuk praktik pengembangan solusi teknologi perusahaan tersebut.

Program Seeds for the Future pada tahun ini merupakan batch ke enam yang diikuti oleh 83 negara. Huawei memulai program ini sejak tahun 2013 dan telah memberikan kesempatan kepada 100 mahasiswa asal Universitas dan Politeknik di Indonesia.

Related Post

Venna Melinda Mengaku Suka Menangis Karena Teringa... Venna Melinda menceritakan bahwa hidupnya bahagia akan kehadiran putri angkatnya yang bernama Vania Athabina. Melalui kehadiran putri cantik ini, Ve...
Ungkapan Partai Demokrat Tentang Tudingan Tidak Ka... Partai Demokrat angkat bicara mengenai soal tudingan tidak aktif dalam mengampanyekan Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno pada Pemilu Presiden 20...
5 Cara Tepat Untuk Mempercepat Metabolisme Tips Kebugaran - Tampaknya beberapa orang memiliki pertumbuhan metabolisme cepat sementara yang lain lebih lambat. Cepat lambatnya proses mengubah m...
Hanya Butuh Satu Kemenangan Lagi Untuk Indonesia A... Timnas U-16 Indonesia tinggal berjarak satu laga lagi untuk dapat meraih tiket menuju Piala Dunia U-17 2019 yang akan dilaksanakan di Peru. Namun sa...