Friday, July 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Mantan Presiden Ini Bunuh Diri Saat Akan Ditangkap Polisi

Mantan Presiden Ini Bunuh Diri Saat Akan Ditangkap Polisi

Mantan Presiden Peru, Alan Garcia, menembak dirinya sendiri ketika polisi akan menangkapnya karena serangkaian kasus korupsi. Garcia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak bisa diselamatkan. Dilansir dari AFP, Kementerian Kesehatan Peru mengatakan Garcia meninggal sekitar pukul 10.05 waktu setempat. Penyebab kematiannya ditengarai adalah karena “pendarahan otak yang parah akibat luka tembak”.

Menteri Kesehatan Peru, Zulema Tomas, mengatakan Garcia sempat 3 kali sadar setelah mengalami serangan jantung ketika menjalani operasi. Namun, akhirnya nyawanya tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia. “Pagi ini telah terjadi insiden yang sangat disayangkan. Presiden memutuskan untuk mengakhiri nyawanya,” kata pengacara Garcia, Erasmo Reyna, kepada reporter, Kamis (18/4).

Upaya penangkapan Garcia dilakukan pukul 06.30 di kediamannya. Polisi akan menangkap Garcia atas kasus pencucian uang. Garcia rencananya akan ditahan selama 10 hari sehingga petugas kepolisian mendapatkan waktu untuk mengumpulkan barang bukti dan mencegahnya melarikan diri.

Sekretaris pribadi Garcia, Ricardo Pinedo, mengatakan Garcia memiliki 4-5 senjata api. Senjata api itu merupakan hadiah dari angkatan bersenjata. Polisi menduga Garcia menggunakan salah satu dari senjata api itu untuk menembak dirinya.

Garcia merupakan Presiden Peru yang berkuasa pada periode 1985-1990 dan 2006-2011. Ia diduga mendapat suap dari perusahaan konstruksi terbesar Brazil, Odebrecht, sebagai imbalan atas kontrak pekerjaan umum skala besar.

Pada November 2018, ia mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Uruguay setelah pengadilan memutuskan ia tidak bisa meninggalkan negara selama 18 bulan. Ia mengajukan permohonan suaka. Namun 16 hari setelahnya ia pergi karena permohonannya itu ditolak.

“Saya bersedih atas kematian tanpa diduga mantan president Alan García,” ujar Presiden Peru. Martín Vizcarra ketika mengkonfirmasi berita itu sebagaimana dikutip Theguardian.com, Kamis (18/4/2019). Presiden juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga mantan penguasa negara Amerika Latin tersebut.

Peristiwa bermula ketika García dituduh telah menerima suap dari perusahaan Brasil Odebrecht. Akan tetapi dia menolak tuduhan ini. Polisi kemudian dikirim untuk menangkapnya atas tuduhan tersebut. Menteri Dalam Negeri Carlos Morán mengatakan kepada wartawan bahwa ketika polisi tiba, Garcia meminta izin untuk menelepon. Dia lantas masuk ke suatu ruangan dan menutup pintu.

Beberapa menit kemudian, menurut Morán, polisi memaksa membuka pintu dan menemukan Garcia duduk di kursi dengan luka tembak di kepalanya. García menjabat sebagai presiden dari tahun 1985 hingga 1990 dan menjabat lagi tahun 2006 hingga 2011.

Pihak penyelidik mengatakan Garcia menerima suap dari Odebrecht pada masa jabatannya yang kedua sehubungan dengan pembangunan jaringan kereta di ibu kota. Odebrecht mengaku telah mengeluarkan uang untuk suap sebesar US$30 juta untuk keperluan suap di Peru sejak 2004. Namun, Garcia mengatakan dia adalah korban persekusi politik.