Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Makanan Sederhana Ini Ternyata Bisa Picu Penyakit Kanker

Makanan Sederhana Ini Ternyata Bisa Picu Penyakit Kanker

Jansen Ongko, selaku ahli gizi mengatakan bahwa, perlu hati-hati dalam mengonsumsi kol goreng, hal ini dikarenakan saat kol digoreng beberapa jenis vitamin seperti vitamin B dan C di dalamnya menjadi rusak.

Selain suhu yang panas, minyak yang jarang diganti dalam pembuatannya pun, dapat membuat kol menjadi berbahaya, bahkan dapat berdampak buruk bagi kesehatan yaitu menimbulkan sel-sel kanker dalam tubuh.

Walaupun hanya sebagai lalapan, kol juga sering disajikan dengan cara digoreng. Padahal ini justru bisa merusak zat gizi bahkan memicu risiko kanker. Saat menikmati ayam goreng atau pun ikan goreng sering kali kita menyantapnya dengan sambal dan lalapan. Orang Indonesia biasanya menyantap ayam goreng dengan nasi hangat plus sambal.

Bukan kol segar justru kol yang digoreng menjadi lalapan yang kini kian sering digemari. Ini karena teksturnya yang renyah dan rasanya yang nikmat. Apalagi ditambah dengan cocolan sambal, ah sedapnya!

Bagaimana pendapat ahli gizi dengan kegemaran seseorang menyantap kol goreng? Jansen Ongko, selaku ahli gizi mengatakan bahwa perlu hati-hati dalam menyantap makanan ini. Menurutnya, proses penggorengan itu memang dapat merusak beberapa jenis vitamin seperti vitamin B dan C yang terkandung pada kol.

“Tidak hanya menggoreng dengan suhu yang tinggi, penggunaan minyak yang dipakai berulang kali juga akan mengalami proses oksidasi sehingga kandungan radikal bebasnya meningkat,” ujar Jansen kepada detikFood beberapa waktu lalu. Selain itu juga, menggoreng makanan terlalu lama juga akan merangsang munculnya senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik.

“Kandungan inilah yang diduga dapat memicu kanker,” tambahnya. Jansen menyarankan, jika ingin mengonsumsi kol goreng, lebih baik membuat sendiri di rumah karena Anda dapat mengontrol suhu dan jenis minyak yang digunakan sehingga dapat menekan senyawa karsinogenik pemicu kanker.

“Akan lebih baik lagi jika kita mengurangi konsumsi kol goreng dan menggantinya dengan kol segar,” sarannya. Bagi kamu yang merupakan pecinta penyetan atau pecel lele, pasti gak asing sama yang namanya kol goreng. Lalapan yang satu ini memang disukai karena teksturnya renyah dan terasa nikmat banget. Gak heran kalau jadi primadona banyak orang.

Kol sebenarnya punya segudang manfaat bagi tubuh. Kol mengandung zat antikanker dan dapat menurunkan risiko kanker pada seseorang, karena mengandung senyawa sulforaphane. Ada juga kandungan apigenin yang dapat menurunkan ukuran kanker payudara.